Author Archives: KAMMI STKS

About KAMMI STKS

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) STKS Bandung adalah salah satu wajihah dakwah yang berada di lingkungan STKS Bandung. Dengan semangat Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar, berjuang memusnahkan kebatilan dan menegakkan keadilan. Salam hangat dan semangat selalu dalam perjuangan Dakwah KAMMI. Selasa, 07 Februari 2012

Memoar Kampus Dago 367*

Originally posted on :

Praktikum I di Desa Gandasoli Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang-Jawa Barat

Praktikum I di Desa Gandasoli Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang-Jawa Barat

Memoar Kampus Dago 367*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bandung bagiku adalah sebuah kota yang sama sekali tidak pernah aku impikan sebelumnya. Ya, aku hanyalah seorang anak desa yang akhir-akhir masa sekolah SMK memimpikan pergi melancong ke Negeri Jepang..

Dan impian, memang tak selalu harus langsung dikabulkan. Pasca lulus dari SMKN 4 Bojonegoro, aku mendapatkan pekerjaan di PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Jakarta, setelah tidak lolos ujian tulis beasiswa Monbukaghakhuso (beasiswa dari Pemerintahan Jepang). Dari sinilah aku memupuk mimpi kembali untuk bisa kuliah meski orang tua tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai kuliahku tersebut..

Berkat usaha dan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, maka Allah Yang Maha Tahu memberikan jalan mulus kepadaku untuk dapat menginjakkan kaki dan menorehkan cerita perjuangan di Kota Kembang..

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)…

View original 412 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sikap Mesir di Bawah Kepemimpinan Presiden Mursi terhadap Konflik di Suriah*

Originally posted on :

Sikap Mesir di Bawah Kepemimpinan Presiden Mursi terhadap Konflik di Suriah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Seperti hari-hari sebelumnya, hati saya begitu gundah dan sedih atas peristiwa yang terjadi di Bumi Mesir, karena Presidennya yang seorang hafidz Qur’an dikudeta oleh kalangan Militer. Para pendukungnya dicap sebagai teroris dan perusuh, sungguh sebuah anggapan tanpa dasar sama sekali, selain kebencian yang mendalam terhadap umat Islam yang taat pada agamanya..

Mendapat video dari Kiblat.Net di Youtube, saya saksikan Syaikh Muhammad Hasan berbicara dihadapan muktamar yang dihadiri sekitar 500 ulama dan segenap rakyat Mesir bersama dengan Presiden Muhammad Mursi..

Video ini adalah beberapa waktu sebelum kudeta itu dilaksanakan oleh pihak Militer yang dikomandani oleh Jenderal As Siisi. Kegundahan rakyat Mesir begitu kentara karena saudaranya di Suriah telah didzalimi hingga dibantai oleh pemimpinnya yang seorang Syi’ah Rafidhah. Hingga, keluarlah fatwa Jihad untuk…

View original 422 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pluralitas Bukan Pluralisme*

Originally posted on :

Pluralitas Bukan Pluralisme*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Seringkali terjadi kesalahpahaman bahwa realitas bangsa Indonesia sebagai negeri yang memiliki berjuta keragaman budaya mengharuskan warga menerima konsep pluralisme. Apalagi dengan adanya lima agama yang diakui sebagai agama yang dihormati di bumi pertiwi, maka sudah menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia untuk mengimplementasikan konsep Pluralisme Agama, dan ini dianggap sebagai sebuah toleransi tertinggi dan terhormat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara..

Bhineka Tunggal Ika yang diartikan sebagai berbeda-beda tapi tetap satu jua, juga menjadi dasar penting yang menjadi diberlakukannya konsep Pluralisme bagi warga negara Indonesia. Bila ada warga negara kita yang menolak konsep Pluralisme, akan dicap sebagai orang yang tidak toleran dan penyebab keretakan keeratan dan kesatuan bangsa Indonesia..

Namun benarkah demikian?

Perlu dibedakan antara menyadari keanekaragaman suku bangsa dan budaya dengan keyakinan pada satu akidah yang lurus (salimul…

View original 275 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Meninjau Ulang Makna Bahagia*

Originally posted on :

Meninjau Ulang Makna Bahagia*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Hal apa kira-kira yang dapat membuat hidup kita menjadi bahagia? Mungkin rumah yang mewah, kendaraan yang bagus, atau juga uang yang melimpah. Jawaban ini saya pastikan menjadi jawaban paling favorit diantara kita semuanya. Memang tidak semua, tapi saya pikir kebanyakan dari kita akan berpendapat demikian akibat dari keseharian hidup yang semakin mendewakan materi sebagai penentu bahagia dan sengsara..

Jikalau hendak menuruti nafsu kelimpahan materi tersebut, sepertinya hanya akan ada sedikit sekali orang yang bahagia di dunia ini, tak terkecuali Anda dan juga diri saya pribadi. Tapi inilah wujud kasih sayang Tuhan Alam Semesta beserta seluruh isinya kepada umat manusia, bahwa kebahagiaan itu bisa didapatkan dari hal-hal yang cukup sederhana..

Bertemu dengan orang yang kita kasihi atau sayangi, akan memunculkan perasaan bahagia. Mendapat balasan senyuman dari orang yang kita…

View original 509 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Gerakan Mahasiswa Islam dan Dukungan pada Politik Praktis*

Originally posted on :

Gerakan Mahasiswa Islam dan Dukungan pada Politik Praktis*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Di masa awal abad 19 silam, pendidikan menjadi kunci penting dalam mengarahkan perubahan. Pada masa itu, mahasiswa adalah agen intelektual yang pikiran-pikiran pembaharunya dapat menggerakkan seluruh elemen bangsa guna menyadari tentang arti pentingnya sebuah kemerdekaan, yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera untuk semua..

Pernanan mahasiswa masih terasa signifikan adanya menjelang masa kemerdekaan dan beberapa masa setelah itu. Bahkan, Soekarno naik didorong oleh mahasiswa, dan pada tahun 1966 juga dilengserkan oleh tekanan gerakan mahasiswa pula..

Setelah masa ini, terjadi sekulerisasi yang luar biasa. Muncul jargon-jargon bahwa Islam Yes, PolitikNo. Jargon tersebut muncul sebagai antitesis terhadap politisi muslim yang dinilai tidak amanah dalam menjalankan tugas kenegaraan, dan terindikasi menjadi agama sebagai komoditas politik semata. Seolah-oleh pendapat ini benar, padahal pada kenyataannya, hanyalah sebuah pengaburan…

View original 610 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.