Author Archives: KAMMI STKS

About KAMMI STKS

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) STKS Bandung adalah salah satu wajihah dakwah yang berada di lingkungan STKS Bandung. Dengan semangat Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar, berjuang memusnahkan kebatilan dan menegakkan keadilan. Salam hangat dan semangat selalu dalam perjuangan Dakwah KAMMI. Selasa, 07 Februari 2012

Menjaga Waktu*

Originally posted on :

Menjaga Waktu*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Semasa kuliah, kegiatan begitu padat dan tak sempat berleha-leha meski hanya sebentar. Mulai dari tugas kuliah yang menumpuk, aktivitas organisasi yang silih bergantian, part time yang menguras tenaga, hingga agenda silaturahim dengan beberapa kawan dan kolega agar terjalin persahabatan yang harmonis..

Namun, di tempat ini beda. Sistem kerja live in site, tidak bisa membuatku aktif di kegiatan di luar pekerjaan karena memang mes karyawannya khusus di plotting area tengah hutan untuk para karyawan perusahaan saja. Oleh karenanya, biasanya beberapa kawan memilih untuk pergi ke kantor selepas makan malam, baik itu mengerjakan beberapa deadline pekerjaan yang belum usai, atau sekedar main-main laptop dan bertemu bertegur sapa dengan beberapa rekan kerja. Yang lain memilih untuk berdiam di kamar mes guna nonton koleksi film-film terbaru. Ya, masing-masing dari kami biasanya pasca…

View original 413 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Aku (bukan) Teroris*

Originally posted on :

Aku (bukan) Teroris*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Saya menjadi gemas dan prihatin ketika mendengar berita santernya kasus terorisme yang kembali mencuat ke permukaan di awal tahun 2014. Kasus penangkapan yang menurut Densus 88 dan kepolisian sebagai terorisme di Ciputat berakhir dengan dramatis dengan ditembak mati-nya lima orang terduga teroris. Entah apa yang ada di benak para tim gegana tersebut, nyawa manusia semakin tidak dihargai dan ditembak mati tanpa sempat diadili..

Dan yang lebih membuat gregetan, terutama mengenai pelabelan kaum muslimin sebagai teroris. Kalau muslim yang tidak taat dan gemar bermaksiat, mungkin saya masih bisa terima, namun ketika yang diidentikkan sebagai teroris adalah mereka yang berjanggut tipis, jidat hitam, gemar sholat berjama’ah dan isterinya berjilbab lebar hingga bercadar, ini yang membuat miris dan hati sakit berkali-kali. Sebuah penyesatan opini yang akan mendorong semakin lemahnya keimanan…

View original 751 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Bergaul Seperlunya, Menebar Manfaat Sebanyak-banyaknya*

Originally posted on :

Bergaul Seperlunya, Menebar Manfaat Sebanyak-banyaknya*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Pada dasarnya, ajaran Islam tidak membatasi pergaulan antar umat manusia. Bahkan Allah memerintahkan kita untuk saling mengenal satu sama lain. Firman Allah, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S. Al Hujuraat: 13)..

Oleh karenanya, sudah semestinya diri kita sebagai kader dakwah harus banyak-banyak bergaul, dari berbagai golongan dan kelompok serta strata kemasyarakatan. Bukankah kita ingat bahwa semua manusia itu sama saja di hadapan Allah, kecuali yang membedakan adalah karena ketakwaannya, bukan karena kekayaan ataupun keturunan kebangsawanannya..

Motivasi atas pergaulan yang luas tersebut tidak lain dan tidak…

View original 159 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pembicaraan Tabu Aktivis Dakwah*

Originally posted on :

Pembicaraan Tabu Aktivis Dakwah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bagi kalangan mahasiswa, membicarakan tentang pernikahan adalah suatu hal yang masih dianggap tabu. Kalau ada yang sedikit mengarahkan pembicaraan ke bahasan nikah, akan dianggap sebagai orang yang tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan..

Fenomena ini tidak terlepas dari aktivis dakwah. Para aktivis dakwah masih menghindari pembicaraan terkait bab nikah. Padahal, seharusnya mereka paham tentang makna pernikahan yang lebih mulia dibandingkan dengan pacaran gaya anak zaman sekarang. Sayangnya, semua pengetahuan bab nikah tersebut hanya tersusun rapi menjadi pengetahuan pribadi. Mereka pelit berbagi ilmu persiapan nikah, karena takut dianggap akan buru-buru melangsungkan pernikahan, padahal kuliah masih dibayari orang tua, calon belum ada, dan belum berani memikirkan kapan menyerahkan proposal kepada ustadnya untuk diproses secara syar’i..

Lambat laun yang menganggap bahasan tentang nikah adalah suatu hal yang tabu, terkikis sedikit…

View original 468 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sejukkan Diri dalam Sujud*

Originally posted on :

Sejukkan Diri dalam Sujud*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Sholat lima waktu bagi kaum muslimin adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban yang menuntut kerelaan dan keikhlasan dalam mengerjakannya ini, bakal diganjar pahala oleh Allah ketika dikerjakan, dan bernilai dosa ketika ditinggalkan. Anehnya, banyak sekali masyarakat muslim di sekitar kita yang dengan enteng meninggalkan kewajiban sholat lima waktu tanpa ada udzhur syar’i (yang dibenarkan oleh agama). Mereka mengaku diri sebagai seorang muslim, mengetahui kewajiban sholat lima waktu, tapi sama sekali tidak merasa bersalah dengan peninggalan kewajiban yang telah diperbuatnya..

Itu adalah tingkatan kerugian yang pertama, sedangkan kerugian yang selanjutnya adalah ketika seorang muslim menjalankan kewajiban sholat secara terpaksa. Dirinya tetap melaksanakan sholat lima waktu, namun berat melangkahkan kaki ke masjid, padahal Rasulullah begitu menganjutkan agar umatnya menomorsatukan sholat jama’ah di masjid ketika tidak ada halangan syar’i

View original 439 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.