Diskusi Perpolitikan dalam Rangkaian Milad ke-14 KAMMI oleh KAMMI Daerah kota Bandung

Bismilahirrohmaanirrohiim,,

Tepatnya pada hari Sabtu, 07 April 2012 berlokasi di Gedung PKM Lt. II UPI telah diadakan sebuah pagelaran bertaraf Nasional mengenai diskusi perpolitikan dengan tema “14 Tahun Peran Strategis KAMMI dalam Membangun Bangsa”. Acara ini dibuka untuk umum dan kebanyakan dihadiri oleh para kader KAMMI di seluruh kota Bandung. Pelaksanaan kegiatan terbagi atas tiga segmen diskusi:

  1. Sesi #1: Karya KAMMI untuk Indonesia
  2. Sesi #2: Quo Vadis Pemerintah Indonesia Menuju Pemilu Presiden 2014
  3. Sesi #3: Quo Vadis Pemerintahan Kota Bandung Menuju Pemilu Kepala Daerah 2013

Dimulai sejak pukul 09.00wib, acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. Cecep Sudirman Anshori selaku Pembina KAMMI Daerah kota Bandung (KAMDA Bandung). Sebelum menginjak pada acara diskusi sesi #1, peserta disuguhi video dokumenter mengenai KAMMI sejak awal berdirinya hingga aksi yang dapat ditelusuri hingga masa kini. KAMMI tak pernah lelah untuk menyuarakan kebenaran dan melibas segala bentuk kezaliman. Allahu Akbar!!

SESI #1 KARYA KAMMI UNTUK INDONESIA

Sesi ini dimoderatori oleh Akh Okta Ridho dari PD KAMMI kota Bandung. Kemudian pamateri yang hadir antara lain:

  1. Junardi Harahap (salah satu deklarator KAMMI 1998)
  2. Denny Prayitno (ex. Sekjen KAMMI Pusat)
  3. Edi Mardiana (Ketua KAMMI Wilayah Jawa Barat)

**Pak Junardi Harahap memaparkan grand design KAMMI ke depan yaitu concern KAMMI haruslah ditekankan pada:

  • Aspek pembangunan SDM
  • Aspek kebijakan publik dan intelektualitas
  • Aspek ekonomi
  • Aspek sosial kemasyarakatan
  • Aspek hubungan masyarakat
  • Aspek pembangunan kemuslimahan

Kemudian, beliau juga mengungkapkan bahwa paradigma gerakan KAMMI yaitu:

  • KAMMI adalah gerakan dakwah Tauhid
  • KAMMI adalah gerakan dakwah Intelektual Profetik
  • KAMMI adalah gerakan dakwah Indenden
  • KAMMI adalah gerakan dakwah Political Issues

**Kang Denny Prayitno menekankan bahwa yang harus ditekankan oleh KAMMI ke depan adalah bagaimana mencetak/menjadikan manusia-manusia peradaban (kepemimpinan otentik KAMMI). Kemudian pada akhirnya, SDM tersebut siap terjun kemana saja dan siap berjihad kapanpun perintah itu tiba. Kang Denny juga menambahkan bahwa KAMMI seharusnya membangun design gerakan berbasis visi di masa depan (visioner). Ditambahkan lagi KAMMI juga harus lebih dekat dengan golongan lain, baik ia sesama gerakan dakwah, gerakan mahasiswa, gerakan buruh, hingga gerakan masyarakat bawah.

Terakhir, Kang Denny menekankan bahwa KAMMI tak lagi harus esksis dalam bentuk Demo/Aksi di jalanan, apalagi bangga ketika bisa muncul di Koran/TV. Siapkan diri menjadi pemimpin yang ulung, tidak hanya orator di lapangan.

**Kang Edi Mardiana menjelaskan bahwa gerakan KAMMI adalah:

  • Gerakan mahasiswa
  • Gerakan wathoniyah (kebangsaan/kenegaraan)
  • Gerakan islamiyah (memimpin dan membimbing umat menjadi masyarakat madani)

Menengok gerakan dakwah kita dimulai dari:

  • Ideologisasi, pada sekitar tahun 1980-an
  • Reformasi, pada tahun 1998
  • Reformulasi, pada tahun 2004
  • Solusi Islam untuk bangsa
  • Saat ini, Perbaikan adalah Tradisi Perjuangan KAMMI

Ke depan, jangan sampai demokrasi hanya dijalankan sebagai demokrasi formal, namun demokrasi substansial. Dan perlu diingat bahwa demokrasi bukanlah tujuan, namun sebuah cara/kendaraan untuk menggapai tujuan utama umat muslim.

Trend gerakan KAMMI di masa depan menurut Kang Edi, yaitu:

  • Berbasis riset (ilmiah, olah data, tim survey, dll)
  • Kompetensi (ahli di bidangnya). Bisa juga membuat aliansi kepakaran
  • Entrepreneurship
  • Kompetitif
  • Bersinergi

SESI #2 QUO VADIS PEMERINTAH INDONESIA MENUJU PEMILU PRESIDEN 2014

Sesi ini dimoderatori oleh Akh Wayan dari PD KAMMI wilayah Jawa Barat. Kemudian pamateri yang hadir antara lain:

  1. Dra. Popong Otje (Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi GOLKAR)
  2. Ir. H. Lalu Suryade, M.Si (Anggota DPRD Jawa Barat Komisi E dari Fraksi PKS)

**Menurut Che Popong, sistem tata negara kita ini masih abu-abu karena berdasarkan amanah UUD 1945 memang sistemnya adalah Presidensial namun dalam pelaksanaannya Parlementer. Hal ini bisa dilihat dari mengapa untuk mengganti seorang menteri saja susah? Padahal itu merupakan hak prerogratif presiden. Terkait dengan fit and proper test, beliau mengemukakan bahwa yang mengetest itu adalah orang-orang yang tidak paham tentang keilmuan yang terkait, jadi kan lucu.

Di akhir, Che Popong menyampaikan langkah kongrit yang bisa dilaksanakan oleh gerakan mahasiswa:

  • Selesaikan kuliah dahulu
  • Pelajari politik
  • Tentukan, mau berkiprah di bidang apa. Jika mau, masuk dan bergabung di dunia perpolitikan dan di sanalah kualitas seseorang diuji, apakah bisa turut serta memperbaiki bangsa atau malah terlarut di dalamnya.

**Pak Lalu Suryade mengemukakan bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara yang kebetulan terbentuk. Biasanya sebuah negara itu terbentuk karena adanya kesamaan ciri fisik dan bahasa. Namun, lihatlah Indonesia, orang Papua dengan orang Aceh sungguh sangat jauh berbeda. Apalagi terkait bahasa, Indonesia memiliki 700 bahasa lokal, subhanallah. Beliau juga mengungkapkan bahwa pemisahan peran antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif itu pada praktiknya tidak benar-benar terjadi.

**Menjawab sesi tanya jawab, Che Popong mengemukakan masih ada empat hal krusial (belum disepakati) dalam pembahasan RUU Perubahan tentang PEMILU di DPR, yaitu:

  1. Ambang batas (parliamentary threshold) yakni antara 3%-5%
  2. Tentang sistem PEMILU, terbuka atau tertutup?
  3. Jumlah calon dari setiap DAPIL
  4. Pembagian penyelesaian sisa suara

Dan terkait Calon Kepemimpinan Presiden di masa depan, Che Popong berpendapat:

  • A leader was born. Seorang pemimpin itu dilahirkan, artinya ia sudah punya bakat dan siap untuk dilahirkan untuk tampil memimpin di depan
  • Kepemimpinan presiden itu given (takdir katanya, we never knows who are them)
  • Pada akhirnya, beliau tetap wajib memilih calon presiden dari kader partai GOLKAR dengan segala kekurangannya

SESI #3 QUO VADIS PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG MENUJU PEMILU KEPALA DAERAH 2013

Sesi ini dimoderatori oleh Akh Geni Isno Murti dari PD KAMMI kota Bandung. Kemudian pamateri yang hadir antara lain:

  1. Tatang Suatis (Anggota DPRD kota Bandung Fraksi GOLKAR)
  2. Haru Suandharu (Anggota DPRD kota Bandung Fraksi PKS)
  3. Kiki Pratama Nugraha (Kadep Kebijakan Publik KAMDA Bandung)

**Sebagai pembuka, Pak Tatang Suatis menyatakan bahwa sebenarnya bingung dengan ungkapan Quo Vadis yang diminta oleh panitia. Berulang kali membuka dan membaca buku, bahkan diskusi dengan kawan-kawan sesama dosen, tidak ketemu padanan kata tersebut. Hanya ada satu, kata quo vadis ini ditemukan pada buku Marketing Politik. Baik, setelah itu beliau mengemukakan mengenai jabatan walikota itu dapat diisi dengan cara:

  1. Pengangkatan dari pemerintah pusat
  2. Dipilih oleh anggota DPRD
  3. Pemilu Kepada Daerah

Masih menurut beliau, Pemilu Kada (kepala daerah) tahun 2013 nanti haruslah menjadi pendidikan politik bagi masyarakat. Kondisi saat ini di DPRD Kota Bandung:

  • Partai Demokrat memiliki jumlah 20 kursi
  • Partai PKS memiliki jumlah 9 kursi
  • Partai PDIP memiliki jumlah 7 kursi
  • Partai GOLKAR memiliki jumlah 6 kursi

Dalam pemilu, jadikan pemilih itu investasi. Kemudian, mau dibawa kemana ini pemilu kada? Tentu untuk tujuan pembangunan, bukan? Beberapa tujuan pembangungan tersebut antara lain:

  • Perbaiki IPM (Indeks Pembangunan Manusia)
  • Tingkatkan kebanggaan pada kota Bandung
  • Pemerintah mampu mengurangi kesenjangan yang terjadi

Statement terakhir, beliau mengungkapkan bahwa kemungkinan terjadi koalisi antara PKS dengan GOLKAR akan berdampak serius pada Pemilu Presiden 2014.

**Menurut Pak Haru Suandharu, kota Bandung tidaklah didesign untuk kota jasa, melainkan hanya sebagai kota peristirahatan. Demikian pula dengan jumlah penduduk, mulanya hanya untuk 400 juta jiwa saja, namun kenyataannya saat ini penduduk kota Bandung berjumlah sekitar 4,2 juta jiwa. Jadi, kenapa sich Bandung menjadi seperti ini:

  1. Terlalu mengikuti arus
  2. Hari ini politik di kota Bandung masih bersifat transaksional

**Akang Kiki Pratama Nugraha menyebutkan bahwa Kota Bandung itu sangat eksotis. KAMMI saat ini berperan sebagai oposisi karena memang sudah terlanjur sakit hati terkait PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), Perda Miras dan lain-lain. Bahkan yang paling diingat dalam kepala, pihak pemerintah waktu itu mengatakan kepada KAMMI, “jika KAMMI terus saja menolak usulan PLTS, maka komisariat KAMMI daerah Bandung akan dikubur dengan tumpukan sampah”. Keinginan KAMMI terkait pemimpin kota Bandung tahun depan cukup simple, yang paling penting adalah masalah-masalah utama kota Bandung dapat diatasi.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Categories: Kegiatan KAMMI | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: