LSPM #2 Pemuda Muslim dan Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan

Bismilahirrohmaanirrohiim,,

Lingkar Studi Pemuda Muslim (LSPM) STKS Bandung sempat terhenti selama satu pekan karena saya sebagai penanggung jawab utama sedang terbang ke Makassar selama satu minggu. Namun Alhamdulillah, hari Ahad kemarin LSPM #2 kembali dihadirkan dengan tema “Pemuda Muslim dan Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan”.

Sore itu hari Ahad, 08 April 2012 berlokasi di Dago, kota Bandung. Hujan demikian agak deras mengguyur jalanan di wilayah yang terkenal dengan tempat wisata kuliner dan mode pakaiannya ini. Tak luput juga dengan jalan kecil yang bernama Dago Pojok, ia menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa STKS Bandung untuk mengontrak kamar selama menimba ilmu di Perguruan Tinggi sebagai anak kandung Kementerian Sosial RI. Suasana hujan seperti ini, tentu selimut, bantal guling dan kasur menjadi teman yang paling dinanti.

Tapi ini beda, luar biasa, beberapa gelintir Pemuda Muslim yang dengan ghirah yang sama dengan sebelumnya, bahkan jauh meningkat daripada awalnya. Tercatatlah Akh Muhammad Ikhlas Samad, Akh Adhry Sutrisno Asby dan Akh Abd Muhni Salam sebagai pemuda-pemuda terpilih untuk datang pada majelis ilmu bernama LSPM. Ya, semangat dan kesadaran mereka bahwa menuntut ilmu adalah suatu kewajiban yang mendorong langkah-langkah kaki kecil itu menuju Masjid Al Ihsan STKS Bandung.

Sungguh terdapat korelasi yang kuat antara tema kali ini dengan mereka, para pemuda luar biasa yang sedang menuntut ilmu.  Mendengar kata pemuda, sebenarnya apa yang terlintas pada benak Anda? Jika boleh membagi pendapat teman-teman kemarin, katanya pemuda itu identik dengan semangat, identik dengan perubahan, identik dengan kecerdasan dan kritis analitis serta objektif. Gelar muslim disandang oleh pemuda dan di sana termaktub kebebasan yang terbatas. Itu jelas! Allah memberikan kita kebebasan untuk memeluk agama Islam, namun tidak diperkenankan untuk menjadi atheis (yang berarti menyalahi akidah ketauhidan). Gelar muslim juga menunjukkan bahwa kita sebagai pemuda haruslah selalu menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

Di samping itu semua, sesungguhnya pemuda muslim ini menjadi pelopor perubahan sosial kemasyarakatan. Pemimpin itu hanyalah sebuah simbol kekuasaan, dan tentu saja pelaksana perubahan (jika teman-teman ingat empat sistem sebagai fokus pertolongan dalam Pekerjaan Sosial) adalah para pemuda, yang notabene ia adalah seorang muslim yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa (yaitu Allah Subhanahu Wata’ala) dan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai Nabi terakhir hingga akhir zaman.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Ketua Umum BSO Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

Selesai ditulis pada hari Senin siang, 09 April 2012 at 13.40wib @Ruang Tamu HUMAS STKS Bandung, Bandung-Jawa Barat

Categories: Kegiatan KAMMI | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: