The Big Event: Save Our Palestine Fair by HIMA TekPend UPI

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Tidak dipungkiri konflik Palestina-Yahudi Israel yang begitu berkepanjangan telah membuat seluruh dunia simpati. Tentu bukan pada Israel, namun pada penduduk Palestina yang dari tahun awal 1900-an telah mengalami masa-masa pahit hingga hari ini. Masih kita ingat jelas saat Intifadhah I di tahun 1987, kemudian Intifadhah II pada tahun 2000 dan segera saja Intifadhah III sudah di depan mata. Akhir tahun 2008 silam juga menjadi bukti kekejian Israel membantai saudara-saudara kita di Palestina, sedangkan dunia hanya jadi pecundang karena diam saja. Antek Baratnya, Amerika Serikat senantiasa mem-back up dukungan moral dan materialnya. Lihatlah berapa ratus juta dollar telah Amerika kucurkan untuk membantu pembiayaan pembantaian rakyat sipil di jalur Gaza dengan dalih ingin menghancurkan teroris, padahal merekalah yang sesungguhnya teroris kemanusiaan.

Hari ini, Sabtu 21 April 2012 teman-teman Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) telah mengadakan acara yang luar biasa yang sedikit atau bahkan jarang sekali mahasiswa yang melaksanakannya, yakni terkait penyebaran informasi yang akurat dan berimbang mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina sana. Ketika ribuan anak-anak tak berdosa menjadi korban kebengisan, wanita-wanita perawan telah diperkosa dan dicampakkan, ibu-ibu muda telah menjadi janda karena suami-suami mereka dibunuh oleh laknatullah tentara-tentara Israel. Sungguh sebuah kejahatan luar biasa ketika banyak negara telah menyerukan pembelaan hak asasi manusia, utamanya Amerika Serikat, namun pada kenyatannya mereka jua lah yang mendukung pembasmian etnis Palestina di tanah suci mereka.

Acara digelar dengan tema The Big Event: Save Our Palestine Fair 2012 yang pada pagi hari tadi menghadirkan:

Ustadz Dito mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan materinya, beliau mengawali bercerita dengan memberikan ucapan selamat kepada mereka yang turut membeli produk-produk seperti Danone dan Unilever karena ternyata mereka telah turut menyumbang pembantaian keji para saudaranya di Palestina. Iya, produk-produk tersebut adalah produk Yahudi yang sebagian besar labanya digunakan untuk mendanai biaya perang Israel ke Palestina. Miris!!

Selanjutnya Ustadz Dito memutarkan video kejadian nyata saat tentara-tentara Israel menyerang Kapal Mavi Marmara yang membawa misi perdamaian ingin memberikan bantuan logistik memasuki Gaza. Tayangan yang kita lihat di TV One tahun 2009 lalu ternyata belum ada apa-apanya karena yang terjadi di sana sesungguhnya adalah pembantaian kepada para relawan misi kemanusiaan dari berpuluh-puluh negara yang peduli kepada rakyat Palestina itu.

Awalnya mereka hanya mengirimkan kapal-kapal kecil untuk mendekati Kapal Mavi Marmara, jumlahnya kurang lebih ada 6 buah kapal, dan di-backing dengan 3 buah kapal penghancur yang bersenjata lengkap. Karena mereka tidak berhasil untuk menguasai dari jalur bawah, maka mereka mengirimkan beberapa helicopter tempur yang tidak segan-segan menembakkan timah-timah panas ke penumpang kapal meskipun mereka tidak bersenjata apa-apa melainkan apa yang ada di dalam kapal saja. Terlihat jelas bahwa para relawan kemanusiaan di atas kapal ini malah melawan mereka dengan ketapel dengan misil batu, batu yang benar-benar batu, bukan batu jenis bom yang membahayakan nyawa. Namun demikianlah, dengan tanpa belas kasihan, para relawan ini ditembak tanpa ampun. Satu per satu relawan pun berjatuhan menjadi korban kebiadaban tentara Israel yang membabi buta menyerang relawan. Memet (dalam Bahasa Turki, nama Muhammad bisa berubah nada menjadi Memet) tertembak dari atas kepalanya, dan 6 peluru lain menembus tubuhnya, hanya berkat rahmat Allah jua lah, ia diizinkan masih hidup. Relawan dari Indonesia tertembak di tangan hingga tulangnya remuk, satu lagi tertembak mulai dari bahu atas dan pelurunya tembus hingga ke atas pinggul dan terhenti di sana. Luar biasa kejinya sewaktu berada di rumah sakit Zionis, peluru itu mereka biarkan dan ketika sudah sampai ke Indonesia, lukanya jadi membusuk. “Mereka memang sengaja membunuh umatnya Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara perlahan-lahan”, ungkap Ustadz Dito yang mengundang rasa trenyuh kepada para peserta seminar ini.

Tidak sampai di situ, selanjutnya Ustadz Dito juga memutarkan video penyerangan Israel ke Gaza pada akhir Desember 2008 silam itu. Terlihat di sana ketika masyarakat sedang adem ayemnya menikmati kegiatan keseharian, tiba-tiba satu pesawat tempur dengan kecepatan tinggi melesat dan menembakkan roket ke salah satu gedung di kota Gaza. Tak lain korban yang berjatuhan adalah dari rakyat sipil: anak-anak, wanita, dan lansia menjadi korban sia-sia belaka. Masyarakat dengan bahu-membahu mulai mengevakuasi para korban, kesedihan ibu yang kehilangan anak-anaknya, isteri yang kehilangan suaminya, anak yang tercerai dari keluarganya, semuanya bercampur menjadi satu. Hari-hari selanjutnya tentara Israel semakin berani saja, tank-tank mereka kirimkan di jalur darat, pesawat tempur terus berdatangan hingga membawa bom fosfor. Bom ini tidak sembarangan karena dapat membakar tubuh manusia, asalnya mengandung fosfor tingkat tinggi yang apabila ibu hamil menghirup asapnya bisa menyebabkan kecacatan pada anak yang tengah dikandungnya. Manusia hidup yang terkena bom ini bisa cacat seumur hidup. Sungguh kejam perangai mereka, kecaman dunia internasional atas penggunaan bom fosfor tersebut pun tidak digubris sama sekali. Biadab!!!

Terakhir Ustadz Dito menyampaikan bahwa siapapun manusia (khususnya seorang Muslim) ketika sudah mengetahui kenyataan ini namun merasa tenang-tenang dan aman saja, sungguh hatinya telah mati karena Umat Islam itu bagaikan satu tubuh, ketika satu bagian tubuh tersakiti tentu bagian tubuh lainnya ikut sakit pula. Gaza yang sejak tahun 2006 lalu diblokade pihak Israel harus segera kita bebaskan. Bebaskan Al Quds dari cengkeraman Yahudi Israel seperti yang telah dilakukan oleh Salahuddin Al Ayyubi berabad-abad silam. Palestina, Merdeka!!!

Selanjutnya adalah pemaparan dari Ustadz Putra Sulung Baginda dari KSP Pusat. KSP ini mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah Kelompok Studi Palestina yang produknya berbuah pemikiran, karena itu beliau pada kesempatan kali ini akan memberikan pandangan secara politik mengapa Israel sedemikian gencarnya ingin menguasai Palestina.

Awalnya dulu, orang-orang Yahudi ini sudah merencanakan ingin membuat negara di Afrika, namun kenapa akhirnya malah memilih Palestina? Ini dia beberapa alasan singkatnya yang tentu saja perlu dikaji lebih dalam jika benar-benar ingin memahaminya, antara lain:

  1. Melalui kitab Talmud mereka, dikatakan bahwa Palestina adalah sebuah tanah yang dijanjikan untuk mereka, karena itu mereka harus tinggal di sana. Alasan politisnya kebanyakan orang Yahudi sudah kaya (secara materi duniawi), dan tentu saja ketika mereka diminta pindah ke Afrika, tidak banyak yang mau
  2. Ketika mereka memilih Palestina, dukungan Barat sungguh luar biasa. Di sana adalah pintu gerbang untuk memasuki dunia Arab yang mayoritas adalah umat Islam
  3. Palestina yang akan mereka duduki tersebut nantinya direncanakan akan menjadi Ibukota Dunia. Jadi memang ambisi orang Israel ini hendak menjadi pemimpin dunia, dan kita lihat memang demikian, banyak tokoh-tokoh strategis di Amerika yang merupakan orang Yahudi. Jadi, tidak muluk-muluk apa yang mereka inginkan tersebut, dan mereka sangat meyakininya.

Ada dua sisi yang mereka lakukan terhadap bangsa-bangsa di seluruh dunia: 1)bangsa-bangsa yang mereka peralat; dan 2)bangsa-bangsa yang mereka hancurkan. Dalam hal ini, tentu bangsa yang akan dihancurkan itu adalah bangsa-bangsa umat muslim. Untuk melancarkan tujuannya tersebut, Israel tidak main-main, dan sudah tampak hampir berhasil. Lihat saja yang mereka lakukan antara lain:

  1. Sekulerisasi Islam. Sudah jauh dari pemahaman murni seorang muslim. Masyarakat dicekoki dengan hal-hal yang berbau pluralisme, liberalisme, juga sekulerisme. Ghirah untuk memperjuangkan Islam itu kini telah dikikis hingga hampir habis. Ditanamkan konsep kedamaian antar agama adalah dengan mengakui akan keberadaan agama tersebut yang secara pandangan akidah tentu kita menjadi mengamini akan adanya Tuhan-Tuhan lain selain Allah Azza wa Jalla. Pendukungnya pun orang-orang terpandang di masyarakat, para manusia bergelar doktor dan profesor yang dengan bangganya memperjuangkan pluralisme agama.
  2. Hedonisme Masyarakat. Sejak dini anak-anak diajarkan untuk hidup berkemewahan tanpa adanya usaha keras untuk mendapatkannya. Semua bisa didapatkan dengan hanya meminta. Semangat bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mulai tidak tampak dalam kehidupan, kalaupun ada, nyatanya malah mengejar dunia menjadi prioritas sedangkan akhiratnya mereka campakkan. Begitu cinta duniawi dan takut mati membela agama dengan sepenuh hati  menjadi kekhasan keberhasilan penanaman sifat hedon pada masyarakat.

Hingga pada akhirnya Ustadz Putra Sulung Baginda menganalogikan jika ada kota-kota di Indonesia, misalkan ada Jakarta, Jogja dan Surabaya, mereka sejatinya sama-sama kota di Indonesia, namun karena ada ibu kita di Surabaya, maka kota Surabaya tersebut menjadi begitu berharga untuk diri kita. Yang dinamakan pulang juga ketika kita yang saat ini berada di Bandung melangkahkan perjalanan ke kota Surabaya. Sesampainya kita di sana membuahkan perasaan suka gembira yang tiada terkira. Begitu juga dengan Palestina, negeri Palestina memiliki historis yang begitu luar biasa terhadap umat Islam, kita yang sebagai seorang Muslim harus memenuhi seruan ini. Sebuah seruan untuk membebaskan Al Quds dari cengkeraman penjajah Yahudi Israel dan antek-anteknya.

Semoga semangat dan langkah-langkah kecil yang telah kita laksanakan senantiasa mendapatkan ridho dari-Nya. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!!!

Salam cinta Islam, Palestina, dan Indonesia by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Ketua Badan Semi Otonom

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

Selesai ditulis pada Sabtu malam, 21 April 2012 at 22.20wib @Kantor PULIH, Jagakarsa-Jakarta Selatan

Categories: Islam di Luar Negeri | Tags: , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “The Big Event: Save Our Palestine Fair by HIMA TekPend UPI

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: