Sahabat yang Luar Biasa Bagi Orang yang Luar Biasa

Sumber Gambar dari sini http://mhfathurrahim.files.wordpress.com/2010/02/0arab_desert.jpg

Seringkali mendengar ungkapan bahwa teman merupakan cerminan teman yang lainnya, hal itu memang sering dirasakan baik oleh pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain, atau melihat sendiri kongkritnya dari proses interaksi.

Ada seorang lelaki sebut saja “Si fulan”  teman saat SMP dia mempunyai teman yang sangat setia, seperti sangat identik, kalau ada “si ini” pasti ada “si ini”, begitu teman lainnya memperhatikan mereka, meskipun karakter mereka berbeda tapi entah kenapa banyak perilakunya yang dirasa begitu sama. Anehnya terkadang kalau diperhatikan mereka itu tidak suka ngobrol berdua, cuman hanya mengisyaratkan sesuatu untuk sekedar saling memberi informasi, ya pokoknya begitulah aneh tapi lucu.

Pertemanan yang dieratkan bukan karena satu kepentingan atau karena sama-sama menyenangi sesuatu hal yang sama, tapi persahabatan yang berjalan begitu saja, tanpa ada kompromi untuk “yuk, kita temenan ya” atau “yuk kita sahabatan ya”. Bukan pula karena “aku cocok bersamanya”, tapi sebuah pertemanan karena ketulusan untuk bersama-sama saling berbagi tanpa harus banyak janji, atau sumpah setia untuk bersama.

Kejadian kesetiaan seseorang memang tidak sedikit, namun setia karena tulus disertai keikhlasan karena Allah itu sangat jarang, apalagi seseorang yang rela berkorban diatas kepentingan pribadi kini jarang dtemui. Pernah dicontohkan oleh Sahabat Rasulullah, sebuah persahabatan yang telah Rasulullah persaudarakan sebelum Hijrah ke Madinah, dua sahabat yang sangat identik yaitu Thalhah dan Zubair. Setiap tersebut nama Thalhah, pastilah disebut orang Zubair! Begitu pula setiap disebut Nama Zubair pastilah disebut orang nama Thalhah, Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga”. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”, juga termasuk dalam tim musyawarah pemilihan Khalifah sepeninggal Umar. Keidentikan mereka alamiah terjadi begitu saja, dari mulai saat pertumbuhan di masa remaja, kekayaan, kedermawanan, keteguhan, dan kegagahberanian, bahkan mereka pernah menyukai wanita dari keturunan yang sama, yaitu Zubair menyukai Asma Binti Abu Bakar sampai akhirnya mereka menikah, Thalhah pun telah menyukai Aisyah binti Abu Bakar, namun dia adalah seorang istri Nabi, walaupun demikian Thalhah tidak hendak berbuat keji, dia adalah salah satu sahabat Rasulullah yang menjunjung nilai-nilai islam yang sangat teguh, dia abaikan cintanya demi Allah, Islam, dan Rasulullah.

Begitulah dua sejoli yang begitu hebat, orang-orang yang luar biasa pengorbanannya dipesatukan dengan persaudaraan yang erat. Orang-orang luar biasa dalam hidupnya menemukan arti persahabatan yang utuh, nyata, dan tulus. Hanya ridho Illahi yang hendak mempersatukan mereka, saling menyayangi dan memberi nasihat. Tak hendak sedikitpun ingin menyakiti hatinya. Berhati-hati dalam ucap, melengkapi kekurangannya dan senantiasa memberi salam dan do’a untuknya.

Bandung, Senin 07 Mei 2012

Gerakan Kader KAMMI Menulis by Irmawati Nurul Jannah

Kepala Departemen Kaderisasi KAMMI STKS Bandung

Categories: Sirah Rasulullah dan Sahabat | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: