Satu Juta Setengah

 

Ketika Lapangan menjadi sebuah fakta perjuangan untuk mendapatkan

SA TU JU TA SE TENGAH

Satu lagi hal menarik yang saya temui ketika bercengkrama dengan masyarakat, sebuah fakta yang membuat tercengang dan merasa malu akan hal itu. (Alhamdulillah rasa malu ini masih ada). Ya.. kami adalah ibarat buah yang belum matang dan berusaha untuk mematangkan buah ini dengan praktikum 1 yang katanya adalah sebagai salah satu syarat menempuh pendidikan profesi ini.

Banyak hikmah yang tak luput dari pandangan, saya merasakan betapa banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga yang dapat saya temui di lapangan. Tentunya tidak saya dapatkan di dunia intelektual ini. Yah..pelajaran tentang keikhlasan dalam mengabdi. Mengabdi??? Teringat kembali kepada GURU yang tak bisa lepas dari kata mengabdi ini. Tapi apakah sesungguhnya arti kata mengabdi?

Berawal dari sebuah perkenalan singkat dengan beberapa aktivis desa (sebut saja mereka Aktivis), aktivis yang bekerja dengan bayaran SAJUTA SETENGAH ini terlihat banyak bicara alias pandai bercerita. Mungkin karena jam terbang mereka untuk mengabdi sudah sangat tinggi jadi dalam hal vokal mereka tak lagi kesulitan. Malah terkadang saya yang merasa kikuk jika berhadapan dengan mereka. Ketika mereka asyik menceritakan kegiatannya di lapangan saya pun hanya bisa membalas dengan anggukan dalam tanda kagum dan senyuman manis tanda penghormatan.

Satu hal yang menarik dari ungkapan salah satu aktivis desa tersebut “Saya Medapatkan Gaji  SA JU TA SE TENGAH” lumayan kata hati, saat itu saya hanya diam membisu.   Sa ju ta setengah jika masih single ya lumayan saja daripada tidak ada gaji. Anggukan dalam masih menyertai kepala saya. Dan ternyata??? tahukah teman apa arti kata SA JU TA SE TE NGAH tersebut???

SAbar JUjur TAwakkal Setengah Edang…

Yah..itulah sejatinya yang disebut GAJI mereka. Jika orang beranggapan GAJI itu hanya sebatas nominal saja tapi aktivis ini mematahkan anggapan ini. Gaji yang orang-orang kenal mungkin lebih pada lembaran kertas yang berwarna merah atau biru juga bisa berupa koin-koin. Tapi tidak untuk aktivis desa yang notebenenya adalah penduduk asli. Mereka hanya mengenal gaji berupa rentetan kata-kata yang penuh cinta terangkum dalam Sa  Ju Ta Setengah.

Ketika kita menilik  pada arti  dari per kata di atas maka dapat diuraikan sebagai berikut:

Sabar  adalah menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang.

Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bila seseorang berhadapan dengan “sesuatu” atau “fenomena” maka seseorang itu akan memperoleh  gambaran tentang  sesuatu  atau fenomena tersebut. Bila seseorang  itu  menceritakan informasi tentang  gambaran  tersebut kepada orang lain tanpa ada “perubahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.

Tawakkal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh kepercayaan kepada-Nya disertai mengambil sebab yang diizinkan syariat. (Qoulul Mufid 2/52). Berdasarkan pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa tawakkal yang dilakukan seseorang bisa dinilai sebagai tawakkal yang dibenarkan jika terpenuhi dua syarat: [1] Kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah dan [2] Menggunakan sebab yang diizinkan syariat.

Begitulah gaji yang mereka dapatkan sebagai hasil dari kerja keras mereka ketika di Lapangan. “Jadi Kader memang harus ikhlas” itulah kata-kata yang senantiasa saya ingat, bagaimana tidak??? Di tengah-tengah gemerlapan kemodernan ini  dimana orang selalu berorientasi pada uang, aktivis desa itu lebih nyaman bekerja tanpa pamrih. Berusaha memberikan pelayanan ekstra untuk masyarakat. Penimbangan balita, home visit pada ibu hamil, masak untuk pemberian makanan tambahan pada bayi, mengurus keperluan pemberian bantuan kepada warga yang rumahnya mendapatkan kesempatan untuk di perbaiki, mengadakan pertemuan untuk merencanakan program dan masih banyak hal yang mereka kerjakan.

Mereka saling bekerja sama sesama aktivis desa yang mungkin dalam hal pendidikan tak semuanya bisa menempuh hingga perguruan tinggi. Tak masalah bagi mereka akan hal pendidikan itu yang terpenting sekarang adalah bagaimana rasa empati kita terhadap sesama sehingga kita bisa bermanfaat untuk orang lain walaupun pendidikan tak bisa juga dikesampingkan. Pendidikan yang tinggi, rasa empati yang tinggi dan rasa persaudaraan yang melekat dalam diri akan menjadi modal kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Dalam hadist telah disebutkan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”.

Sahabat, Bagaimana dengan kita? Kita adalah seorang mahasiswa yang pasti tidak diragukan lagi kualitas intelektualnya. Mahasiswa yang nantinya akan menyandang gelar yang bisa dibilang Elit, S.Pd, S.ST, Ph.D, Dr., S.T dan masih banyak lagi gelar yang mungkin akan kita dapatkan beberapa waktu kemudian. Saatnya menilik hati kita, apakah kita mau bekerja tanpa pamrih untuk saudara kita yang membutuhkan?

Ketika kita bersama-sama memahami dan mengambil ibrah dari rangkaian gaji tersebut maka kita akan diingatkan bagaimana pentingnya Sabar, Jujur dan Tawakkal itu. Kata sabar lebih dari seratus kali disebut di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Tentang sebuah kejujuran Allah Berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (Q.S. At-Taubah: 119).

Rasulullah  menekankan umatnya untuk berakhlak jujur melalui sabdanya yang mulia: “Wajib bagi kalian untuk jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Sementara kebaikan itu akan membimbing ke surga. Terus menerus seorang hamba itu berlaku jujur dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang shiddiq (jujur). Hati-hati kalian dari dusta karena dusta itu akan membimbing kepada kejahatan. Sementara kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Terus menerus seorang hamba itu dusta dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Nabi  mengabarkan bahwa kejujuran adalah asas yang berkonsekuensi kebaikan, sementara dusta adalah asas yang berkonsekuensi kejahatan. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang baik itu berada dalam kenikmatan sedangkan orang-orang fujjar (jahat) itu berada dalam neraka jahannam.” (Q.S. Al-Infithar: 13-14) (Makarimul Akhlaq, Ibnu Taimiyyah, hal. 126)

Terakhir… tentang Tawakkal yang merupakan puncak dari proses ikhtiar kita. Dalam Ayat Cinta-Nya, ALLAH berfirman: ”Kepunyaan ALLAH-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Hud [11]: 123)

”Bertawakallah kepada ALLAH yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya” (Q.S. Al-Furqaan [25] : 58)

 

Sungguh Indah bukan hikmah yang kita dapatkan dengan mengenal dan memahami Sabar, Jujur, dan Tawakkal itu. Allah Maha tahu apa yang ada dalam hati kita sahabat. Teruslah bergerak dengan keikhlasan untuk mencapai Ke-ridhoan-Nya karena itulah yang akan membuat hidup kita lebih membara. ^^

Wallahua’lam bi showab

Gerakan Kader KAMMI Menulis oleh Ta_tazkiyah_STKS_2009

Kepala Departemen Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM)

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

Sebuah Refleksi perjalanan Praktikum 1 Kampus Dago 367

Kamis, 06 Mei 2012 @ Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang

 

Categories: Artikel Hikmah | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: