Kau Bukan Pilihan

Sumber Gambar dari sini http://24.media.tumblr.com/tumblr_m1nnh1A3RF1qc2an6o1_1280.jpg

Kenapa manusia adalah makhluk miskin? Karena sesungguhnya mereka membutuhkan pihak lain guna mencukupi apa yang menjadi keperluannya. Di dalam istilah sosial kita mengenalnya sebagai homo homini socius, manusia adalah teman bagi sesamanya. Begitu miskinnya hingga dia menjadikan pemenuhan kebutuhannya sebagai motif utama dari berbagai tindak baiknya kepada pihak lain. Bukan ketulusan pemberian bantuan, namun kebaikan bagi diri sendiri, cepat atau lambat. Sebuah rahasia terpendam yang kebanyakan kita tidak faham.

Kemudian dalam inovasinya yang berkelanjutan, manusia mampu menghadirkan berbagai macam penemuan yang mengejutkan. Ya jika kalian tahu para ahli, mereka menjadi tokoh penggebrak dunia. Berbagai produk mencengangkan hasil kompetisi yang super ketat atau kemampuan mengendus kebutuhan yang luar biasa. Hingga kita terpesona dengan fenomena di sekitar kita. Begitu banyak hal, bahkan di luar ekspektasi kita, yang menunggu dinikmati. Memanjakan seluruh panca indera, dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Dan kita mabuk kepayang. Pikiran melayang dalam angan-angan panjang akan hasrat merasainya. Semua hebat, semua nikmat, dan semua dekat. Seolah semua memang disediakan agar keinginan akan berbagai nikmat bisa disalurkan. Dan ragam kenikmatan instan yang tersaji, sering membuat kita lupa diri. Lupa akhirat!

Tapi apakah semuanya memang harus kita miliki dan nikmati? Bagaimana dengan nafsu yang mencandu dalam sepenuh penghambaan akan pencapaian nikmat, meski sesaat? Nafsu yang selalu mengajak ingkar dan berputar-putar dalam pusaran pencarian kelezatan duniawi. Padahal kita tahu, tidak semua yang menarik pantas untuk dilirik. Sedang dalam kebodohan dan kemiskinan, kita sering hilang kendali, membenarkan semua tindakan pengecapan kenikmatan, tanpa kecuali.

Padahal seorang mukmin adalah pengendali bagi nafsunya, karena Allah. Hingga bila dia dibuat kagum oleh sebuah penampakan, dalam hal yang diinginkan nafsunya, dia mampu berkata, “Demi Allah, aku berhasrat kepadamu. Engkau adalah termasuk  kebutuhanku. Namun, tidak ada hubungan antara aku dan dirimu. Alangkah jauhnya jarak di antara kita karena ada tabir yang menghalangi.”

Karena iman membawa kita kepada kebenaran al-Qur’an. Dan ia menghentikan kita akan hal-hal yang salah dan melawan kehendak Allah. Hingga kita tidak berdiri sendiri menghadapi rayuan materi duniawi karena iman menguatkan kita akan kebenaran pengingkaran sebagian besar darinya.

Bukankah keselamatan dunia akhirat yang menjadi tujuan kita? Dan bukan sekadar memanjakan panca indera akan kelezatan yang didambakannya. Karena tidak semua menjadi bagian kita di dunia. Hingga saat berbagai nikmat itu terhidang di hadapan. Menantang semua keinginan, tanpa ragu kita mampu berkata, “Maaf, meski menarik dan nafsuku menginginkan, kau bukanlah pilihan!”

Ya, itu jika iman menjadi kendaraan kita menikmati penghambaan. Siapa yang sanggup?

 Artikel dari Devita Murni, Mahasiswa STKS Bandung angkatan 2011 pada Selasa pagi, 15 Mei 2012

Aktivis Muslimah di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

Categories: Remaja dan Pemuda | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Kau Bukan Pilihan

  1. rizki nuradhika rahmah

    Pada zaman sekarang memang banyak sekali remaja yang sudah melupakan sedikit tentang agama dengan memenuhi nafsunya padahal nafsu itulah yang dapat membuat kita hancur dalam segala hal.
    Diriwayatkan dari Imam Al-Baqir bahwa Rasulullah SAWW bersabda, Allah SWT berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hambapun yang mengutamakan keinginannya (nafsunya) di atas keinginan-Ku, melainkan Aku kacaukan urusannya, Aku kaburkan dunianya dan Aku sibukkan hatinya dengan dunia serta tidak Aku berikan diinia kecuali yang telah kutakar untuknya.

    Demi kemulian-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hambapun yang mengutamakan keinginan-Ku di atas keinginan (nafsu) dirinya melainkan Aku suruh malaikat untuk menjaganya, langit dan bumi menjamin rezekinya dan menguntungkan setiap perdagangan yang dilakukannya serta dunia akan datang dan selalu berpihak kepadanya”.
    Hadis qudsi cliatas amat populer dan terdapat dalam beberapa kitab dari golongan Sunnah dan Syi’ah. Saya juga meriwayatkan hadis tersebut melalui beberapa jalur. Sebagiannya darinya saya anggap sahih. Saya mencoba menelaah hadis yang berharga ini pada tiga bagian:

    Pertama, seputar definisi hawa nafsu (al-hawa), bagian-bagian aksidentalnya, metode terapi dan “penjinaan”-nya. Bagian ini dianggap sebagai pengantar kajian hadis tersebut. (Bagian ini kami bagi menjadi tiga bagian menjadi I. Hawa Nafsu clalam Al-Quran dan Hadis, II. Tugas Akal dalam Mengendalikan Hawa Nafsu, III. Telaah Kritis Bala Tentara Akal dan Kejahilan pen.)

    Kedua, seputar orang yang mengutamakan hawa nafsunya atas perintah Allah. (Bagian ini kami bagi menjadi tiga bagian, menjadi : IV. Orang yang Mengutamakan Hawa Nafsunya, V. Perbandingan Dunia dan Akhirat, VI. Telaah Anali-tik tentang Dunia dan Akhirat pen.)

    Ketiga, seputar orang yang mengutamakan keinginan Allah atas keinginan dirinya. (Bagian ini menjadi bagian ketujuh yaitu VII. Orang yang Mengutamakan Keinginan Allah.

    Terminologi Hawa Nafsu dalam Alquran dan Sunnah

    Hawa nafsu adalah istilah keislaman yang digunakan dalam Alquran dan Sunnah. la menjadi istilah dengan arti khas budaya keislaman. Sering kita menemukan kata hawa nafsu dalam Alquran dan Sunnah. Antara lain, Allah SWT berfirman: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (Q.S. Al-Furqon 43.)

    Dan firman Allah SWT: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”(Q.S. An-Nazia’at 40- 41.)

    Amirul Mukminm Ali as dalam Nahjul Balaghahnya berkata: “Sesungguhnya yang paling aku kuatirkan pada kalian adalah dua hal, yaitu taat hawa nafsu dan angan-angan panjang.”

    Diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah SAWW bersabda: “Waspadalah terhadap hawa uafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.”

    Imam Shâdiq as juga berkata: “Janganlah kalian biarkan jiwa bersanding bersama hawa nafsu. Karena, hawa nafsu pasti (meinbawa) kehinaan bagi jiwamu.”

    Enam Sumber dalam Jiwa Manusia

    Untuk mengenal posisi hawa nafsu dalam jiwa dan perannya dalam kehidupan manusia, saya perlu menegaskan bahwa Allah SWT telah memasang beberapa sumber gerak dan kesadaran manusia. Semua gerak -aktif ataupun reaktif- dan kesadaran manusia bermuara dari sumber-sumber ini. Tercatat ada enam sumber penting, yang terutamanya adalah hawa nafsu, sebagai berikut.

    1. Fithrah, yang telah dilengkapi Allah dengan kecenderungan. hasrat dan gaya tarik menuju dan mengenal-Nya dan meraih keutamaan-keutamaan akhlak, seperti kesetiaan, ‘iffah (harga diri), belas kasih dan murah hati.

    2. ‘Aql, adalah titik pembeda manusia.

    3. Irâdah, adalah pusat keputusan dan yang menjamin kebebasan manusia (dalam mengambil keputusan) dan kemerdekaannya.

    4. Dhamir, yang berfungsi sebagai mahkamah dalam jiwa. la bertugas mengadili, mengecam dan melakukan penekanan terhadap manusia demi menyeimbangkan prilakunya.

    5. Qalb, fuad dan shadr, merupakan jendela lain bagi kesadaran dan pengetahuan, sebagaimana kita pahami melalui ayat-ayat Alquran, yang dapat menerima atau menampung pencerahan Ilahi.

    6. Al-hawa, adalah kumpulan berbagai nafsu dan keinginan dalam jiwa manvisia yang menuntut pemenuhan secara intensif. Bila tuntutannya terpenuhi, iadapat memberi manusia kenikmatan tersendiri.

    Inilah keenam sumber penting bagi gerak dan kesadaran jiwa manusia yang telah diberikan oleh Allah.

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: