TranSBY Prokapitalis, Rakyat Kronis!

Dua puluh sembilan Juni 2012 jelang masuk waktu isya’, Handphone berdering standar, hmmm, ada SMS masuk:

Bismillah,

Aksi KAMMI se-Bandung di depan Trans Hotel/BSM (jl. Gatot Subroto) hari Sabtu BESOK pukul 09.00-selesai. Kumpul di kampus Piksi ganesha (di samping BSM) pukul 08.00. content:

  • Tolak peresmian hotel trans
  • Usut tuntas kasus hambalang
  • Mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus century.

Konfirmasi kehadiran antum ke 0857xxxxxxxx (KP Kamda Bandung.:: TranSBY: Pro Kapitalis, Rakyat Kronis!::

Image

Allahu Akbar, seruan jihad telah memanggil. Segera, Humas sebarkan pada seluruh kader mas’ul pun segera mengamanahkan untuk bergerak cepat; cari informasi lebih mendalam tentang content yang hendak dibawa untuk aksi, analisa, telaah dan ambil sikap. Dengan mengucap bismillah KAMMI STKS siap menyertakan pasukan untuk mendarat di kawasan gatot Subroto, aksi serempak KAMMI Bandung.

Berbekal dengan menyebut nama-Nya lantas pulang dengan menjemput keridhoan-Nya. Bergerak untuk membela kalangan bawah, beraksi untuk mengangkat kisah yang tertindas. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!.

Hingga ketetapan atas ultimatum jihad itu terjadi hari ini. 30 Juni 2012. Tepat hari ini jua RI 1 akan bertandang menghadiri peresmian Hotel Trans di Bandung, satu hotel dengan segala kemewahannya, bernaung pada label pembangunan kesejahteraan dengan menutup mata pada kondisi rakyat pra-sejahtera.

Lima belas menit dari waktu yang dijadwalkan, 30-an pejuang muslim negarawan Bandung turun ke jalan. Dari kampus 1 Piksi Ganesha terkomandoi oleh kader STT Tekstil ( Muhammad Yusup Ramadhan), belum berpuluh langkah terayun. Polisi dengan langkah malu sedikit ragu menghadang semangat juang ini.

“Kalian tidak bisa demo di dekat hotel, amanat protokoler menetapkan orasi sejauh satu km dari lokasi, mohon kerjasamanya”. Awal negosiasi ringan dengan Korlap aksi (Sekum Kamda/Sahrul).

Hinggar-binggar-desak bujuk campur rayuan perlahan memukul mundur pasukan. Seolah seorang anak yang begitu penurut pada orang tua, kami mencoba menahan gondok dan mentaati, ya, asal segalanya bisa berjalan dengan aman dan damai KAMMI akan bersahabat dengan Anda, pak Polisi! Itulah pesan singkat yang kami gemuruhkan dalam dada. Mengalah untuk menang.

“Ayo, ke sana ya, satu km radius kalian untuk bisa orasi”, kalimat itulah yang diulang sembari memberikan arahan laksana dikte penggembala pada gembalaannya. Santun sekali. Meski terkadang kasar, ah tapi itu jarang!

Bukankah KAMMI kalangan yang berpendirian? Mana izzah (harga diri) sebagai pasukan muslim negarawan kalau dengan mudah digelandang maju-mundur oleh polisi-polisi dengan aturan main sepihak? Hmm, tampaknya, kecerdasan dalam kekritisan dituntut di sini, kawan. Teringat satu kisah aksi beberapa waktu yang lalu, saat KAMMI dihadang kemudian dipukul mundur dengan dakwaan tanpa mengantongi surat ijin aksi maka spontan kami kembalikan ‘idealisme’ mereka. Kalau memang yang menyebabkan KAMMI harus aksi dengan radius satu km dari gedung megah tempat tersenyum lebar para kapitalis manis adalah karena protokoler yang mengamanatkan demikian maka KAMMI pun meminta bukti cetaknya. Agar jelas tanpa ada ‘dusta di antara kita’.

Tak ada komentar dan ‘henti’, terhentilah paksaan mereka untuk memukul mundur langkah kami. Mencoba bernegosiasi, menyampaikan dengan permusyawaratan secara damai kami hendak beraspirasi, menyampaikan amanat rakyat, menyambungkan jerit miskin kehidupan kalangan bawahan. Namun alangkah miris dan ironis, segalanya dibatasi dan dibelenggu, hanya dengan dalih keamanan dan amanat protokoler kami sempit terbatas.

Selama mengenal jalanan, tak pernah KAMMI pandang polisi sebagai musuh aksi, tak pernah KAMMI pikir polisi sebagai pihak yang mendzolimi, karena mereka hanya menjalankan perintah, basis ‘mendengar dan taat’ saja yang mereka kenal. Meski fisik kami berbentur, meski ucapan kami saling serang (baca: adu mulut ringan), meski pemakluman bersikukuh kami perjuangkan (tak gentar membawa harapan) semoga bukan permusuhan yang kami torehkan. Karena kami butuh kesempatan untuk aksi, kami butuh lahan untuk beraspirasi.

Segala penilaian hanya bermuara dari-Nya. Ini adalah ikhtiar KAMMI dan inilah jalan perjuangan KAMMI. Dengan sepakat membawa suara dan pernyataan sikap, KAMMI Daerah Bandung menitikan pena dengan mutiara keikhlasan, semoga pemangku pemerintahan mendengarkan;

TranSBY Prokapitalis,

Rakyat Kronis!

Hotel Trans merupakan salah satu hotel berbintang dengan segala kemewahan dan keindahan yang ditawarkannya. Sungguh ironis, ketika sebuah hotel yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kota Bandung, ternyata realitanya banyak menyengsarakan rakyat serta memberikan efek negatif terhadap lingkungan, yang lebih menyakitkan adalah ketika hotel yang telah mengundang polemik ini, ternyata akan diresmikan langsung oleh orang nomor satu di Indonesia, presideng SBY pada hari Sabtu, 30 Juni 2012 ini.

Kehadiran SBY untuk meresmikan hotel tersebut justru memunculkan pertanyaan, seberapa penting kehadiran beliau pada prosesi peresmian hotel Trans tersebut, ataukah memang ada kepentingan lain di balik itu?

Di lain pihak, masih banyak permasalahan bangsa yang seharusnya mendapat perhatian lebih untuk segera diselesaikan. Seperti, kasus century dan hambalang yang sudah sangat jelas menyengsarakan rakyat. Masih teringat di benak kita kasus century yang terjadi sekitar tahun 2009 merugikan negara sekitar 6,5 T yang menyeret para petinggi negara, namun hingga saat ini kasus century bak ditelan bumi, sudah tidak terdengar lagi gaungnya. Begitu pula dengan kasus yang sedang memanas akhir-akhir ini, terkait kasus hambalang yang diduga merugikan negara sekitar 1.175 T, yang hingga kini dihentikan sementara pembangunannya yang baru berjalan sekitar 40%, termasuk penggunaan biayanya (Republika, 31 Mei 2012). Sudah dapat dibayangkan berapa angka kerugian negara, yang semestinya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Kasus ini pun belum jelas penyelesaiannya, over-an tangan masih mewarnai penyidikan kasus hambalang. Bukankah penyelesaian kasus tersebut jauh lebih penting untuk dipikirkan oleh SBY?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas serta penuh pertimbangan atas dasar kemanusiaan dan penindasan terhadap hak-hak rakyat, maka kami  mahasiswa yang bergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesias (KAMMI) kota Bandung dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak peresmian hotel Trans Luxury Bandung
  2. Usut tuntas kasus Hambalang sampai ke akarnya
  3. Mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus Century

Demikian pernyataan  ini KAMMI buat, untuk menjadi pertimbangan. Dari Bandung 30 Juni 2012, atas nama Koordinator Lapangan Aksi (Sahrul Mulia Siregar/085659505636).

__:: Karena hanya detik kemiskinan nurani yang akan mengantarkan pada kesemena-menaan_demikian pula sekarang untuk kisah cinta pimpinan Indonesia_bernaung dalam seloroh satu peresmian ::__

Bandung, 30 Juni 2012

HUMAS KAMMI STKS Bandung (Erna)

Categories: Kegiatan KAMMI | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: