Monthly Archives: September 2012

Akhir Masih Mutiara

Akhir Masih Mutiara

Lima Agustus, adalah hari terakhir dalam kegiatan ini. Rangkaian kegiatan yang diformat dari LDK (Lembaga Dakwah Kampus) untuk menyambut mahasiswa-mahasiswi baru yang beragama islam tentunya. Simpel istilah familiar yang digunakannya, ta’aruf. Kontroversial sedikit tentunya, dan cukup heboh kalau diperdengarkan bagi beberapa kalangan, terlebih kalangan yang secara dzohir maupun bathin telah mendamba ke penyempurnaan agama. Siapa saja yang merasa semoga dimudahkan dan dikuatkan. Dilancarkan kalau yang sudah waktunya dan dikuatkan bagi yang belum saatnya. Wah, jadi beralih topik gini. Maaf ya…

Agenda yang rutin setiap tahunnya, acara disetting dengan menarik. Mulai dari substansi yang fundamental tentang islam, tsaqofah  keislaman, perkenalan tentang LDK (ini substansi pokok yang nyebabkan disebut ta’aruf) dan beberapa training-training tambahan lainnya, kepenulisan ataupun training motivasi berprestasi. Satu tujuan utamanya; akan ada generasi Rabbani yang luar biasa. Allahu Akbar.

Kali ini satu mutiara kembali hadir, takjub aku dalam kilaunya. Ya, layaknya tahun-tahun sebelumnya kampusku memanglah kampus yang istimewa, ada beberapa anak dengan cacat netra tetap bisa mengenyam pendidikan di sini. Hingga dii kepanitiaan kini kembali ada yang beda dan luar biasa. Rina, aku biasa menyapanya. Ia seorang penderita low vision.  Penglihatannya yang sangat terbatas dan lebih mendekat pada total tak kelihatan. Meski tanpa tongkat ia tetap bisa melangkah dan meski tanpa aba-aba ia masih tetap bisa meraba. Sungguh kemandirian luar biasa yang kala itu aku tangkap dari sang pujangga muda itu, Rina. Gadis 19 tahun yang hobi berpuisi.

Continue reading

Categories: Artikel Hikmah | Tags: , , , | Leave a comment

Ingin yang Sempurna

Ingin yang Sempurna

Sejatinya tentu setiap keputusan itu ingin ditempatkan pada yang terbaik, ditemukan dengan yang sesuai, disatukan dengan yang segaris dan secita-cita. Itulah mimpi, harapan dan keinginan. Yang terbaik agar bisa digabungkan dalam kesempurnaan. Terlebih dalam menjalani ritme hitam putih kehidupan, saat menapaki petak-petak kecil bernama ujian, saat mencecap setetes madu kala kegetiran. Banyak keluh namun juga tetap ada syukur, segalanya campur baur dan membelangga dalam satu bejana. Kehidupan dunia.

“No body perfect

Tidak dipungkiri oleh setiap yang mengenal kesempatan, mereka akan dengan gamplang menyadari bahwa setiap orang tak ada yang sempurna. Membutuhkan yang lain untuk melengkapi, yang lebih mengisi yang kurang dan yang kurang dengan legowo menerima sumbang kelebihan. Melengkapi untuk mendekati kesempurnaan. Tapi lagi-lagi belum bisa untuk disebut sempurna, karena kesempurnaam hanya akan dimiliki oleh sang Maha Pencipta, diraja dari para raja.

Shock, tentu itulah yang dirasakan saat beberapa kalimat terucap dari seorang pemeriksa mataku, huruf terurut dari yang besar sampai yang kecil dan sangat kecil terpajang di sana, angka-angkapun juga dicampur di dalamnya. Ketajaman mata sudah tak optimal untuk diajak main tebak-tebakkan dengan petugas, menyerah pada baris ketiga. Dan tampak rasa penasaran beliau kian membuncah, kini dimintanya aku untuk meniti garis demi garis yang disusun membentuk sudut melingkar di bagian atas bagan. Hmmm, ah kecil itukan Cuma garis-garis. “Ayo teh, coba teteh amati garis melingkar itu, ada berapa dan mana saja yang tampak  jelas terlihat”, dengan senyum dan maksimal aku akomodasikan mata untuk konsentrasi mengamatinya dan ternyata, dari lima belasan garis lebih yang ditata berjajar aku hanya bisa menangkap dengan terang pada empat garis saja. Yang lainnya pudar, berkelok dan sama sekali tak lurus dan beberapa memang tidak tampak.

Continue reading

Categories: Artikel Hikmah | Tags: , , | Leave a comment

Ketemu Jodoh

Ketemu Jodoh

Yaa Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu. Kemegahan ialah kemegahanMu. Keindahan itu keindahanMu. Kekuatan itu kekuatanMu. Kekuasaan itu kekuasaanMuKemenangan itu kemenangan itu. Yaa Allah, jika rezekiku masih di atas langit turunkanlah, jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan,kemegahan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu limpahkanlah kepada hambaMu sebagaimana yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh. Aamiin..” (Do’a shalat Dhuha)

“Kompak sekali kalian?”

Kalimat yang sebenarnya tidak kami harapkan saat itu, kalau di lain kesempatan okelah mungkin dengan senyum senang dan wajah riang kami akan menerimanya. Bangga dan berterimakasih atas sanjunngannya. Hmm, tapi penegasan tampaknya harus kembali ditekankan di sini. Aku tak merasa senang dan bahkan lebih terkesan tanpa ekspresi mendengarnya. Tapi apalah hendak dikata, justru kalimat itu yang aku dapatkan setiap kali tersampaikan berita padanya “HP erna dan dhelta hilang”.

Tak dipungkiri, selain karena kami adalah teman karib semenjak SMA, berangkat dari kelas yang sama dulunya, teman lekat dalam permainan, tinggal satu kostan, organisasi selalu bebarengan dan semua selalu disama ratakan. Tak ayal, sapaan pun terkadang salah disampaikan. Dhelta jadi Erna dan Erna jadi Dhelta. Senyum kami balaskan, dan renyah kami saling memandang “bisa dimaklumi”.

Continue reading

Categories: Artikel Hikmah | Tags: , , | Leave a comment

67 Tahun Merdeka

67 Tahun Merdeka

Merdeka! Merdeka! Alangkah merdu teriakan ini berkumandang di telinga Indonesia dari seluruh pelosok Nusantara dalam gegap gempita dan prahara 45-an. Pekik merdeka yang mempesona memukau pikiran, jiwa dan hati seluruh rakyat kita. Enam puluh tujuh tahun! Pekik merdeka yang diteriakkan dalam gairah perjuangan yang melonjak ke langit biru. Pekik merdeka yang dijeritkan dengan dahsyatnya dalam pertempuran-pertempuran melawan serdadu penjajah yang hendak menginjakkan kakinya kembali di tanah air Ibunda ini. Pekik merdeka yang dierangkan dari mulut yang komat-kamit menunggu sakaratul maut mencabut nyawa pejuang muda yang rubuh kena peluru musuh.

Merdeka! Di dalamnya terkandung janji-janji hidup baru bagi bangsa! Dari rakyat yang hidup segobang sehari menjadi manusia yang hidup layak dalam kemuliaan manusianya. Kata merdeka yang membayangkan hapusnya rodi, hapusnya paksaan, hapusnya penghinaan, “Verboden voor hoden en Inlanders!”, hapusnya kegelapan, hapusnya kejahilan, hapusnya tawanan politik dan tempat pembuangan, hapusnya pemerasan, hapusnya kesewenangan  kekuasaan!

Mampu bebas dan merdeka dalam hakikat makna yang sesungguhnya, menuntut dengan tegas dan lantang, Verboden voor hoden en Inlanders!

Continue reading

Categories: Sosial dan Politik | Tags: , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.