Mendobrak Stagnasi Pemuda dalam Mewujudkan Kota Bandung Yang Madani

Mendobrak Stagnasi Pemuda dalam Mewujudkan Kota Bandung Yang Madani

By: Ust. Haru Suhandaru

Agenda SIlaturahim Kader KAMMI se-Bandung Raya @Masjid Al Ihsan STKS Bandung

Bandung itu…

Rata-rata pendidikan penduduknya SMP dan SMA. Profesi? Mayoritas dagang. Pola pikirnya? Kebanyakan pragmatis, sekuler, apatis dan beberapa masyarakat ragam sikap kekirian yang lainnya. Sikap kanannya? Terkadang komunikatif, baik hati, ramah dan tak kalah banyak juga kepositifan yang lainnya. Budaya pemerintahan?  Korupsi masih merajalela, BUMW masih rugi kecuali PDAM.  Market oriented dalam pelaksanaan ekonomi pasarnya, lingkungan? banjir masih senang nitip berada di Bandung (Selatan masih langganan ^^). Politik yang kian ‘spesial’. Tantangan kesejahteraan (garapan wajib STKS ^^^) penggangguran bertambah dan beberapa masalah sosial yang lainnya.

Lantas, apa sebenarnya akar masalah dari situasi kota Bandung:

  1. Pendidikan dan intelektual rendah
  2. Kepribadian yang tidak matang
  3. Konflik nilai diri
  4. Sangat emosional

Dengan kondisi yang demikian; PR kita apa yang bisa dijual oleh KAMMI untuk mengatasi stagnasi?

Bersikap pada keadaan…..

  1. Mengembalikan orientasi pada jalur yang benar. Jangan sampai mahasiswa mengalami penuaan dini. Kebanyakan mahasiswa (selaku pemuda) sudah berpikiran seperti orang dewasa (mikir kerjaan, karier gemilang, pensiun dan pemikiran jauh ke depan lainnya). Takut, khawatir dan sebagainya itulah yang menjadi dampak.
  2. Miliki konsep yang jelas. Perjelas dan pertegas kembali apa yang dibutuhkan oleh mereka para objek dakwah. Planning-kan KAMMI untuk bergerak ke SMP dan SMA ataupun fresh graduate lainnya.
  3. Tentukan prioritas (apa yang mau kita garap). Bisa atau tidak kita menjawab kebutuhan pemuda sekarang ini. Mengerti dan pahami mereka, agar KAMMI bisa memilih siapa yang pantas untuk masuk di kalangan pemimpin. == Basic masa yang luas
  4. (terlewat sebentar T.T)
  5. Di dalam melangkah harus realistis. Sesuaikan dengan kondisi kewajaran. Namanya juga wadah mahasiswa yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengalir di dalamnya.
  6. Keseimbangan. Mengatur segala yang amanah sehingga misi bisa terlaksana secara sempurna.

Ummat terbaik yang disandangkan pada manusia. Maka jadilah terbaik dalam bergerak. Apapun yang kita misikan, baik itu misi sosial ataupun politik atau misi apapun itu harus bermuara pada “menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. Luruskan misi.

Amanah

Jaga amanah yang ada. Kecerdasan itu tidak hanya dari IQ tapi juga ada EQ dan SQ. Dengan kompetensi yang kita miliki dengan mengikuti organisasi-organisasi lain kader KAMMI (insya Allah) jelas lebih terasah. Karena ke depan masyarakat dan dunia akan meminta kader manusia yang memiliki multi competence.

Jika KAMMI berada pada tataran pembinaan dan penjagaan kader saja siapa yang akan mengurus mereka yang ada di bioskop, mall, dan beberapa arena favorit objek dakwah. So, baiknya kader selesai pembinaan jangan lupa menghambur segera ke lokasi objek dakwah. Sip?

Beberapa poin di atas adalah bentuk amanah kita di KAMMI, mari pegang erat amanah yang ada dan cerdaskan diri bersama dengan amanah.

Siap berjualan?

Seorang orator ulung “Bung Karno” sekalipun apabila ia berpidato di gedung sate (^^) belum tentu akan didengar dan disanjung sebagaimana respon atas pidatonya yang terdahulu. Sekarang masyarakat sedang gandrung pada hiburan-hiburan yang lainnya, besar kemungkinan keadaan juga akan beranjak pada yang lebih menghibur.

Sisipan pesan; Pemimpin tanpa pengikut itu namanya jalan-jalan.

Formulasikan segala yang KAMMI miliki, set dengan jalan yang menarik dan berjualanlah.

  1. Jadikan aqidah menjadi dasar
  2. Kerjaan apapun sesuaikan dengan akhlak islami.
  3. Pegang teguh akidah dakwah. (layani dulu baru dakwahi)
  4. Menjadi solusi bukan menghakimi.

Negarawan itu tidak harus saya. Tapi bagaimana bisa membuat Negara baik tanpa ia harus ambil dalam jajaran struktural. Negarawan bukan politisi.

Simpul manis dari tausiyah:  Kenapa stagnasi? Karena dakwah fardiyahnya berhenti.

NB: Ini hanya simakan yang penuh dengan kelafaan. Semoga bisa disempurnakan ikhwahfillah yang lain. Satu harapan; Semoga bermanfaat [Ern Depeka Care KAMDA Bandung]

Categories: Sosial dan Politik | Tags: , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Mendobrak Stagnasi Pemuda dalam Mewujudkan Kota Bandung Yang Madani

  1. Pingback: Silaturahim Kader KAMMI se Bandung Raya Syawal 1433 H « KAMMI STKS BANDUNG

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: