DISKUSI PUBLIK “Rohis dan Teroris dalam Perspektif Undang-undang 1945”

Isu pemberitaan dari salah satu stasiun televisi yang menyulut beragam reaksi di kancah per-rohis-an Indonesia kini mulai menggerahkan KAMMI Bandung untuk merealisasikan agenda peng-counter-an isu sebagai sikap balik penyerangan opini publik, bahwa “Rohis bukanlah teroris”. Kali ini, KAMMI Daerah Bandung bekerjasama dengan MPR RI menggelar diskusi publik yang dilaksanakan pada 19 September 2012 bertempat di RM. Bale Gazibu dengan mengangkat tema; “Rohis dan Teroris Dalam Perspektif Undang-undang Dasar 1945”.

Diskusi yang seharusnya diramaikan dengan pemapar yang luar biasa dalam setiap lininya, yakni:

1. Ir. H. Yudi Widiana Adia, M.Si (MPR RI)

2. DR. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc (ICMI Jawa Batat)

3. DR. KH. Cecep Sudirman Anshari, M.Pd (MUI Kota Bandung)

4.Kombes. Abdul Rahman Baso (KAPOLRES Bandung)

Karena satu dan lain hal, tanpa mengurangi keefektifan diskusi paparan singkat sebagai pengantar dari pad Yudi (MPR RI) dan DR Sodik (ICMI) berlangsung dengan lancar dan menggambarkan. Di hadiri oleh beberapa elemen organisasi pergerakan se Bandung Raya, LDK dan beberapa tokoh masyarakat diskusi dengan hangat mulai mengalir.

Setelah sambutan dari Arif Gunawan selaku ketua panitia dan Irfan Ahmad Fauzi selaku Ketua KAMDA Bandung, pemaparan awal dari pak Yudi dan pak Sodik mulai bisa tersimak.

Sip, ini shob ada beberapa hasil simakan materi yang disampaikan beliauserta beberapa pertanyaan yang memeriahkan diskusi pagi hingga siang hari ini, dari Rumah Makan Gazibu di-report-kan:

Dimoderatori oleh Muhammad Yusup Ramadhan (HUMAS KAMDA Bandung). “Ada apa dibalik isu teroris yang disampaikan oleh Metro TV”

Ir. H. Yudi Widiana Adia, M. Si (MPR RI)

Di negara legislatif atasan sana (baca: MPR dan jajarannya) ada empat pilar yang telah menjadi kesepakatan berjalannya pemerintahan di Indonesia, yakni; UUD, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga ke depannya diharapkan selanjutnya akan bisa membahas permasalahan-permasalahan yang lebih menuju ke topik lebih efektif, yakni bahasan yang bisa tuntas memberikan solusi penanganan.

UUD yang disyahkan sehari setelah kemerdekaan jelas telah membawa banyak tafsir dalam pelaksanaannya. Semisal pasal 1 ayat 2; dimana kedaulatan hanya sampai di pemilu dan lanjutannya presiden terpilih menjadi raja dan selamanya punya hak otoritas pada rakyat. Namun dengan berjalannya beberapa kali amademen di saat ini ketatanegaraan kita tidak mengenal lembaga tertinggi negara, yang ada hanya lembaga-lembaga tinggi negara.

Plusnya di masa setelah amademen empat kali ini, kalau pemimpinnya punya misi yang benar dan visi yang lurus maka pembangunan juga akan bisa cepat dan terarah.  Sekarang yang ada check and balance, dimana adanya misi saling jegal satu kedudukan dengan kedudukan lainnya. So, kalau presidennya atau pimpinan lainnya mudah terpengaruhi akan goncanglah politik dan pelaksanaan pemerintahan yang ada.

Sama halnya pada studi pasal berikut; Munculnya pasal 28 ayat a-j: yakni mengenai hak kebebasan dari manusia. Mana yang membelenggu dan mana yang dibelenggu? Realitas bisa dengan lantang untuk menjawabnya.

Menyangkut masalah rohis dan teroris; Dengan adanya masalah yang demikian maka jelas adanya pemasungan kebebasan pada diri organisasi islam, terutama di dalamnya tentang masalah rohis. Teroris; isu itulah yang dengan ringan ditudingkan. Jelas bertentangan dengan dengan aturan yang ada. Dan kembali ini juga akan merusak tatanan dan citra politik-politik islam. Ada wacana politik cantik di sini, sebuah amunisi untuk menyambut pemilu 2014 mendatang dengan mengalirkan isu beragam yang terkadang kurang masuk akal (dulu ada masalah perang syiah suni, teror bom, dan masalah lain yang terkesan kurang masuk akal sekalipun). Inilah politik yang menyambut pesta demokrasi.  Stigmasi ini perlu dicermati dan dikaitkan dengan pola politik yang ada. Jadilah manusia yang siap siaga.

Isu yang dipublikasikan oleh salah satu stasiun televisi, sebut saja Metro TV, yang mana menyajikan pointer-pointer kesimpulan dari seorang akademisi tentang ciri-ciri teroris dan sebagainya. Ada kritikan singkat di sini ; “seharusnya orang akademisi itu melempar hasil penelitian yang baik, bukan justru memberikan doktrin yang asal-asalan”. Struktur masyarakat Indonesia sudah mendekati masyarakat kota. Sehingga isu sekecil apapun akan dengan mudah menyulut keanarkisan dan akan terambil langkah singkat yang tanpa pemikiran.

Amati dan pikirkanlah; Ini agenda siapa? Ini isu siapa?

DR. Ir. H. Sodik Mudjahid, M. Sc (ICMI Jawa Batat)

Pandangan ICMI tentang keberadaan rohis; potongan ayat yang terdapat dalam kitab  kita (baca: al Qur’an) yang tidak ada di yang lain “dan para pejuang itu tidak pernah gentar dengan isu-isu yang menimpa mereka”. Dan ayat tersebut terkesan sangat relevan untuk menguatkan langkah dan melapangkan dada para pejuang rohis sekarang atas sajian isu “rohis itu teroris” sekarang ini. Pun halnya dengan Rasulullah dulunya, bahkan lebih menghujam dalam lagi, di mana bukan hanya sekedar disebut oleh teroris tapi justru dihardik sebagai orang gila. Ah, perjuangan kita belum seberapa tentunya.

Kita harus me-manage isu dan stigma yang demikian. Catatan dari pak Sodik dari mekkah pas ramadhan kemarin di negeri tersebut imam shalat,  setiap selesai shalat witir selalu berdoa untuk kehancuran kaum Nasrani dan Yahudi. Padahal lokasi berdoa adalah lokasi yang mustajabah, jama’ahnya pun puluhan ribu ummat yang dekat dan mendekatkan diri pada Rabb-nya; lantas kenapa Nasrani dan Yahudi sampai sekarang belum habis? Analisa dari pak Sodik juga ternyata  bersampingan dengan itu doa imam tersebut juga dipanjatkan doa untuk kebangkitan ummat Islam. Mungkin keadaan yang sekarang ada adalah pengabulan doa atas harapan menjadikan islam bangkit. Terbukti satu di antaranya, kini, di daerah-daerah yang dulu belum tersentuh dengan islam sekarang sudah mulai mengenal dan merasakan nuansa-nuansa Islam.

Sama kondisinya yang ada di Amerika beberapa waktu lalu, dengan adanya masalah pembuatan film innocence of moslem kemarin pimpinan Islam Amerika menyampaikan “Kami sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan seperti itu, kata muslim amerika. Sama halnya dengan Rasulullah dan para sahabat dulunya yang senantiasa berada dalam zona menantang. Tidak dalam zona yang nyamanan (comfort zone). Sama, orang di muslim Amerika pun menanggapinya dengan ketenangan.”

Dulu ketika zaman komunis ada, militansi sangat tinggi di kalangan ummat Islam.

Jadi kesimpulannya atas masalah yang ada sekarang:

  1. Fitnah itu sunatullah
  2. Berada dalam kondisi yang dinamislah
  3. Lawan-lawan itulah yang membuat kita menjadi besar. Harusnya kalau kita sudah kuat selayaknya untuk mempermainkan mereka dengan cantik. Analisis kita terkadang tidak tepat, maka disinilah kita harus berbangga, kita punya Allah.
  4. Kelola isu dengan profesional. Salah satu hikmahnya yaitu Rohis semakin lebih terkenal.

Hati-hatilah pada pengalihan isu yang ada. Institusi pendidikan itu ada 3:

  1. Keluarga
  2. Masyarakat
  3. Sekolah (masih terstruktur)

Dan kini, dari ketiga institusi pendidikan tersebut yang tampak masih masiv memperjuangkan misi pendidikannya adalah sekolah, sehingga wajar apabila sekolah sering dilirik dan diserang oleh para ‘musuh’. Salah satunya dengan jalan memberikan lemparan isu yang mengarah pada kesimpulan “rohis itu teroris”

PERTANYAAN:

Pak Muji;

-Bapak itu aktivis.

-Terorisme itu hadir dari turunan agama kristen.

-Sejarahnya hadir dari kalangan barat (baca: Yahudi)

  1. Apa yang bisa dilakukan untuk keadaan ini, di mana segala masalah bisa dibawa dan disampaikan oleh media. Sama seperti masalah teroris sekarang, ada karena disampaikan oleh media. Lantas sekiranya apa langkah aktif dan efektif yang bisaa dijalankan dalam perspektif   UUD ’45 ataupun  atau menurut pandangan islam dari ICMI?
  2. Dari UNPAD; bagaimana ICMI menanggapi isu yang berasal dari intern cendikiawan?

JAWABAN:

DR. Ir. H. Sodik Mudjahid, M. Sc (ICMI Jawa Batat)

  1. Kita harus menempatkan serangan-serangan itu dengan baik, jangan memandang siapa yang menyuarakan. Karena ukuran ketaqwaan dan komitmen itu terletak pada istiqomahannya.
  2. Jika mendapat perlawanan maka balaslah dengan yang lebih efektif. Sesuaikan dengan cara yang paling efektif, dan profesional. Teknisnya; tuntutlah dengan profesional, tuntut secara hukum dan jangan menghabiskan semua energi yang ada. Jadi jawabannya BEBAS asal EFEKTIF. Lewat media juga boleh koq.

Ir. H. Yudi Widiana Adia, M. Si (MPR RI)

    1. Tahun 1990 an sudah ada suasana lain di dunia islam, di mana para ulama pergerakan melakukan beberapa keanehan dalam pergerakannya. Adanya re-orientasi pergerakan. Mereka tidak menghadapi penguasa yang lalim itu dengan arah pergerakan yang berbeda, namun mereka menggunakan pilih sama jalur. Dan pendekatan yang digunakan dari barat adalah menjauhkan ummat islam dari dasar sumber keilmuannya ataupun dengan menjauhkan mereka dengan sumber pendanaan yang ada.
    2. Buat wawasan global dulu, orientasi mau dibawa ke mana ini? Dan perspektif pertarungan yang ada di dunia sekarang ini (konteks makro). Dalam konteks mikro maka lakukanlah dengan semisal banjiri media sosial dengan persuatif yang tepat dan tangkas.
    3. Islam semakin terkenal maka islam akan semakin dicari dan dirindukan. Gerakan cuci tangan.

Hanya demikian yang bisa disharingkan; hanya bertumpu pada niatan “ada manfaatnya dan bawa keridhoan”. Aamiin [Ern Hidayatul Ulya, Kadiv Humas dan Media BSO KAMMI STKS Bandung]

NB: Ini ditulis berangkat dari keterbatasan penulis, semoga lebih manfaat kalau ada yang menyimpang atau kurang tepat mangga diluruskan, ditambahkan atau dikurangkan. Dan segala yang ada dalam tulisan tidaklah format asli teks kalimat pemateri, tapi dengan format ulang dari penulis yo.

G A L L E R I E S

==

==

==

 

 

 

Categories: Kajian Strategis, Kegiatan KAMMI | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “DISKUSI PUBLIK “Rohis dan Teroris dalam Perspektif Undang-undang 1945”

  1. Berkaitan marak aktivitas teroris yang diindikasikan menyusup dalam kegiatan umat Islam, MUI meminta kepada masyarakat tidak mengeneralisir bahwa Islam dan Rohis di dalamnya semua telah melakukan kegiatan yang menyesatkan.

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: