Ketemu Jodoh

Ketemu Jodoh

Yaa Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu. Kemegahan ialah kemegahanMu. Keindahan itu keindahanMu. Kekuatan itu kekuatanMu. Kekuasaan itu kekuasaanMuKemenangan itu kemenangan itu. Yaa Allah, jika rezekiku masih di atas langit turunkanlah, jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan,kemegahan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu limpahkanlah kepada hambaMu sebagaimana yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh. Aamiin..” (Do’a shalat Dhuha)

“Kompak sekali kalian?”

Kalimat yang sebenarnya tidak kami harapkan saat itu, kalau di lain kesempatan okelah mungkin dengan senyum senang dan wajah riang kami akan menerimanya. Bangga dan berterimakasih atas sanjunngannya. Hmm, tapi penegasan tampaknya harus kembali ditekankan di sini. Aku tak merasa senang dan bahkan lebih terkesan tanpa ekspresi mendengarnya. Tapi apalah hendak dikata, justru kalimat itu yang aku dapatkan setiap kali tersampaikan berita padanya “HP erna dan dhelta hilang”.

Tak dipungkiri, selain karena kami adalah teman karib semenjak SMA, berangkat dari kelas yang sama dulunya, teman lekat dalam permainan, tinggal satu kostan, organisasi selalu bebarengan dan semua selalu disama ratakan. Tak ayal, sapaan pun terkadang salah disampaikan. Dhelta jadi Erna dan Erna jadi Dhelta. Senyum kami balaskan, dan renyah kami saling memandang “bisa dimaklumi”.

Bagai bulan dan bintang yang selalu bersama, layaknya Tom and Jerry yang tak pernah akur dalam bercandaan, tapi itulah romantisme persahabatan. Kalau diminta, tentulah hanya ingin diberi yang baik-baik, yang selalu menghadirkan bahagia, memecahkan tawa dan meninggalkan kisah suka tanpa duka. Itulah harapannya, tapi ternyata memang tidak sempurna kalau kebahagiaan tak disandingkan dengan kesedihan, tak indah kalau tawa tak dibarengi luka dan tak komplit kalau suka tak bersinggungan dengan duka. Jika kemarin merasakan bahagia maka kemungkinan memang saat sekarang waktunya merasakan sedih. Hingga kejadian yang kemarin itu datang.

Senin, kudapatkan kabar dari seorang temanku “Mbak, HP mbak ta hilang”, inalillah padahal belum genap satu tahun itu HP sudah berpindah ke tangan orang lain. Kalau dikenang proses kehilangan tentulah menyakitkan, ya selaku teman aku hanya bisa menghibur dan menguatkan dia, insya Allah akan dapat ganti yang lebih baik. Murung, tentulah beberapa saat tertangkap dari paras dewasanya. Wajar. Karena shock di reaksi pertama tidaklah berlebih. Tapi lama kelamaan, wajah riang kembali aku dapatkan. Subhanallah, engkau begitu cepat mengikhlaskan.

Dua hari berselang, masuk di hari rabu. Malam setelah tarawih, layaknya hari biasa dengan bergegas aku bersama seorang teteh melangkahkan kaki beli makan untuk berbuka. “Terimakasih, bapak!”, saat uang sudah kuserahkan dan tak lupa dengan riang segera aku pamit pada penjual, yang selama hampir 4 tahun menjadi warung makan langganan. “teh, HP ku di mana ya?” sembari  mencari dalam tas, saku dan nihil. Tak ada. “Yaa Rabb, HP ku hilang teh”. Teringat sangat HP terakhir aku masukkan dalam saku sebelah kanan, tapi sudah tak ada apa-apa di sana.

Apalagi yang harus disuarakan pada diri sendiri selain seperti apa yang pernah aku nasehatkan pada Dhelta, sahabatku? Tentulah, kalimat itu yang aku tanam-kuatkan pada diri. Insya Allah orang lain yang menemukan jauh lebih membutuhkan daripada aku saat ini. Dan kembali, dari setiap kejadian tentulah ada hikmahnya; dan orang yang paling bijak adalah orang yang senantiasa mencoba menggunakan kacamata hikmah dalam setiap kejadian. Termasuk kehilangan yang beruntun, tentulah segalanya adalah atas kehendaknya dan pastilah pesan cinta juga tertitipkan di dalamnya.

Ternyata memang jodohku sampai di sini, jodoh untuk memiliki HP itu berakhir di hari rabu kemarin. Sekarang ia sudah menemukan jodoh barunya dan lagi-lagi tak ada guna menyesal. Segalanya hanyalah titipan, dan senantiasa berbaik sangkalah pada ketetapan Allah. Karena mungkin ini adalah salah satu jalan terkabulnya do’a di Dhuha-dhuha kita, ketika terpanjat “jika masih di atas langit turunkanlah”, siapa yang tahu barang kemarin dihilangkan karena rezeki yang berjodoh dengan kita sudah tidak barang tersebut namun masih di langit dan akan segera diturunkan. “jika masih jauh dekatkanlah”, tidak tahu juga mungkin rezeki yang berjodoh dengan kita akan segera datang dan dengan awal dihilangkan dulu yang kemarin. “jika haram sucikanlah”, dan mungkin ada satu, dua atau tiga rupiah dari uang yang digunakan dulunya tercampur dengan yang bukan halal, atau mungkin barang tersebut dihilangkan untuk mensucikan rezeki yang lainnya. Karena Allah Maha Melihat, Maha Tahu, dan Maha Berkehendak.

Ikhlaskan jodoh yang kemarin dan sambut jodoh yang akan datang.

Yaa Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu. Kemegahan ialah kemegahanMu. Keindahan itu keindahanMu. Kekuatan itu kekuatanMu. Kekuasaan itu kekuasaanMuKemenangan itu kemenangan itu. Yaa Allah, jika rezekiku masih di atas langit turunkanlah, jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan,kemegahan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu limpahkanlah kepada hambaMu sebagaimana yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh. Aamiin..” (red: do’a shalat Dhuha)

Ditulis oleh Ern Hidayatul Ulya, Kepala Divisi Humas dan Media KAMMI STKS Bandung dan dipublikasikan pertama kali pada hari Minggu, 12 Agustus 2012 di notes FB di sini http://www.facebook.com/notes/ern-hidayatul-ulya/ketemu-jodoh/10151079884577974

 

 

 

Categories: Artikel Hikmah | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: