Menjadi Pribadi yang Mulia

Menjadi Pribadi yang Mulia

Dakwah bil arkan, yakni dakwah dengan kelakuan. Ketika kita sudah menebarkan salam pada orang lain sudahkah kita menebarkan salam pada diri kita sendiri? Semisal filosofil sholat segalanya hanya Allah yang ada.

Filosofi Shalat:

  1. Menghilangkan kesombongan
  2. Salam yang ke kanan dan ke kiri itu untuk menebarkan kebaikan ke kanan dan ke kiri. Bukan untuk menebarkan kejelekan dan aniaya di kanan ataupun di kiri.

Masuk ke materi;

Bila manusia biasa ya tetap pasti kita berpanutan pada Rasulullah SAW untuk bisa keren dan menjadi mulia. Sepakat?

Pribadi yang taqwa itu syaratnya: TAQWA

  1. Dekat dengan Allah (semata-mata hanya untuk mencari perhatian dari Allah, untuk mencuri perhatian dari Allah. Dekat itu bukan hanya ucapan dekat, tapi dekat denganNya dalam segala kesempatan dan segala keadaan, dan kedekatan inilah yang kemudian menghadirkan kerelaan menerima apa yang telah dikhadaqkan oleh Allah berupa ketatetapan taqarub)
  2. Qana’ah  (berusaha merasa cukup akan apa yang telah diberikan oleh Allah). Jangan merasa rendah dengan posisi yang sekarang, karena orang yang paling mulia adalah orang yang paling rajin bersyukur. Di saat putus asa itulah karunia di Allah sedang ada di depan mata, jangan pernah mengeluh, jangan menyesal namun ganti dan gantilah itu semua dengan panjatan dan rasa syukur padaNya. Bukankah lain syakartum laa azidanakum walainkafartum inna adzabila syadid. Bersyukurlah untuk mendapat tambahan nikmat.
  3. Wara’ (tahu mana yang boleh dan mana yang tidak). Selektif itulah yang diajarkan dalam ketaatan. Balas yang kurang baik dengan yang baik; dan dakwahlah dengan ketaqwaan. Dakwah tak hanya dengan cerita dan bicara di atas mimbar, namun dakwah yang utama adalah dengan adanya contoh perilaku.

Rasul pernah mengajarkan; Ada 3 hal yang menyelamatkan manusia dan 3 hal yang membinasakan manusia:

3 yang menyelamatkan itu:

–   Khauf (takut pada Allah) dalam segala keadaan. Segala keadaan dan segala hal pastilah akan ada hikmahnya. Jangan bersedih ya! Cukupkan takut dan segala rasa haru hanya karena padaNya.

–    Sederhana meski dalam keadaan fakir ataupun kaya. Biasanya kan kalau dalam keadaan kaya, perabotan sudah terlengkapi akan lupa, inilah tantangannya. Sedangkan dalam keadaan fakir sederhana itu kan sudah biasa ^^. Bahayanya lagi kalau sudah fakir tapi sombong.

–   Adil ketika ridho dan marah. Adil dalam ridho itu yang biasa, namun saat marah apa yang bisa dilakukan? Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus ^^. Oh ya terus kalau lagi marah biar bisa adil gak ada jalan lain yang bisa kita lakukan selain “gak usah marah”. Rubah marahnya menjadi hal yang ridho. Terus juga segala aktivitas libatkan keberadaan Allah. Segalanya hanya untuk Allah. Atas kehendak Allah dan Allah 4ever lah ya…

Marah itu emang kodrat, manajemen marahnya yok. Ternyata juga adil dalam keadaan marah itu sangat menyelamatkan, misalnya gini ni ya; kalau mau marah tapi ingat tuntutan untuk adil jadinya gak marah.

3 yang membinasakan

–  Kekikiran yang amat sangat, sudah kikir sangat lagi. Kalau untuk diri sendiri juga merasa kikir ini contoh kikir yang sangat.  Buat orang lain itu wajar, nah kalau buat diri sendiri? Ini yang tidak wajar.

–  Menuruti hawa nafsu, jangankan tingkatan kita nabi pun juga memiliki hawa nafsu. Orang yang bisa memanajemen nafsunya bisa mulia, tapi orang yang tidak bisa memanajem nafsunya maka ia akan rendah serendah-rendahnya. Jangan menjadi orang yang sudah tak dipedulikan oleh Allah ya. Jangan iri dengan mereka yang tidak dipedulikan oleh Allah. Orang yang baik atau suci itu bukanlah orang yang tanpa dosa, namun orang suci adalah yang senantiasa mensucikan diri.

–  Bangga dalam diri, apa yang pantas dibanggakan dari diri kita? Gak banyak koq. Cacat sedikit saja yang kita miliki kalau Allah menghendaki untuk membuka cacat tersebut akan terbukalah kecacatan dan diketahui oleh seluruh dunia maka sudah tidak ada yang pantas untuk dibanggakan. Manusia itu mulia karena adanya kemuliaan dari Allah yang diberikan, jangan sombonglah pokoknya mah. Yoi coy?

Dimanapun setiap episode kita adalah bernilaikan ibadah. Hadapi semua dengan akhlakul karimah maka akan lakulah di semua kesempatan dan keadaan. Allah menunda satu hal untuk memberikan yang terbaik.

3 hal yang meninggikan derajat kita:

–  Menyebarkan salam, salam yang mana? Salam secara lisan ya yang Assalamu’alaykum tea, kalau secara total yakni dengan menebar keselamatan pada yang ada di sekitar kita. Kalau ada yang perlu ditolong yang ada di sekitar kita itu adalah sebuah wujud peluang amal untuk kita. Optimalisasi ya ^^

–  [berharap lanjutannya bisa diteruskan oleh Agustin Amela Santi] ^^

Kajian bersama Ustad Oyok Wahyudin\ 17 September 2012\ Agenda Kajian Seninan LDK STKS

*Semoga ada manfaatnya🙂

Ditulis oleh Ern Hidayatul Ulya, Kepala Divisi Humas dan Media KAMMI STKS Bandung dan dipublikasikan pertama kali pada hari Sabtu, 22 September 2012 di notes FB di sini http://www.facebook.com/notes/ern-hidayatul-ulya/menjadi-pribadi-yang-mulia/10151152536447974

Categories: Tsaqofah Islamiyah | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: