Penampilan Mencerminkan Kepribadian

Sekolah kedinasan pertama yang terlintas pasti disiplinnya, bagusnya, kerennya dan pasti yang belajar di sana adalah orang-orang pilihan.

Ya… memang benar sekolah kedinasan merupakan sekolah yang cukup familiar di kalangan masyarakat, tak kalah bersaing dengan universitas ternama yang ada di setiap daerah, meskipun terkadang namanya masih jarang didengar oleh masyarakat awam, STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial) Bandung, meski masih segelintir orang yang tahu ini tidak mengurangi bangganya saya sudah menjadi salah satu mahasiswa sekolah kedinasan ya meskipun bukan lagi ikatan dinas.

Saya kira sekolah kedinasan itu semua hampir punya sisi disiplin yang berbeda dari universitas umum, agak kecewa melihat mahasiswa STKS rasa disiplinnya kurang, ya tidak usah terlalu muluk-muluk untuk melihat ke sekolah tinggi kedinasan seperti IPDN yang memang semi militer dan kedisiplinnya boleh diacungi jempol. Cukup dengan disiplin dalam beratribut dulu saja, setelah lebih dari 3 bulan menjejakkan kaki di bumi STKS suka merasa gemes dengan penampilan kakak-kakak tingkat yang berpakaian tak mengikuti aturan tanpa ada satupun atribut yang dipakai. Bukankah penampilan seseorang juga bisa mempengaruhi pemikiran orang lain terhadap dirinya? Bagaimana mau dihargai oleh orang lain  kalau dari penampilan untuk diri kita sendiri saja tidak mau menghargai. Apalagi title kita sebagai sekolah kedinasan bukan main-main meskipun bukan ikatan dinas lagi tapi setidaknya kita bisa membawa diri di tengah masyarakat akan membawa efek bagi pencitraan sekolah ini juga. Bisa jadi harga jual kita akan naik, karena bukankah penilaian awal seseorang biasanya datang dari penampilan kan? Bisa dibayangkan jika penampilan kita tak beraturan maka orang pasti juga akan berfikir sekolah ini pasti juga tidak ada peraturannya.

Apalagi disetiap angkatan pasti ada pelatihan dasar penanggulangan bencana yang diselenggarakan oleh pihak lembaga, bukankah di LATSAR juga diajarkan disiplin beratribut dalam segala suasana, keseragaman dalam penampilan rambut bagi ikhwan dan kerapian rambut bagi akhwat yang tidak berhijab, di sana ketika kami kurang satu atribut saja harus kami bayar dengan push up hingga 1 seri mengapa hal ini seperti begitu saja tertelan dalam sudut-sudut bangunan STKS tak berbekas sedikitpun, mengapa kita harus capek-capek mengikuti aturan jika di sekolah penerapannya tidak ditegakkan?.

Seharusnya lembaga juga lebih tegas pada mahasiswanya, dimulai dari hal yang kecil dulu saja seperti beatribut lengkap dan penampilan yang diperhatikan, ya disamping pencitraan yang akan naik, pelatihan-pelatihan dari mulai PPI hingga latsar yang mengajarkan kedisiplinan tidak hilang begitu saja.

Gerakan Kader KAMMI STKS Bandung Menulis (GK2SBM)

Ditulis oleh Devy Aldianty, Sekretaris BSO KAMMI STKS Bandung & Staf Divisi Humas dan Media BSO KAMMI STKS Bandung

Pada hari Sabtu, 10 November 2012

Categories: Kampus dan Mahasiswa | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: