Peran Strategis Mahasiswa

Peran Strategis Mahasiswa

Oleh: Muhammad Ikhlas Samad*

Sebagai seorang mahasiswa, kita harus berperan banyak dalam perubahan negara kita saat ini. Namun masih banyak teman-teman mahasiswa yang belum mengerti peranan mereka sebenarnya. Kalaupun tahu dan paham peran mereka sebagai mahasiswa, namun caranya yang perlu dipertanyakan.

Lalu bagaimana cara kita agar dapat berperan aktif dan efektif sebagai director of change? terlebih dahulu kita pakai ilmu jurnalis yaitu 5W+1H. What? Who? Where? When? Why? dan How?.

What?

Apa peran mahasiswa yang berada di kampus? setiap Universitas di hampir setiap kampus di Indonesia memiliki 3 organisasi mahasiswa yang berperan.

Pertama, adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), di organisasi ini berkumpul para mahasiswa yang memiliki kesenangan atau hobi yang sama. Mereka senang berkumpul bersama menjalankan hobi mereka, seperti kesenian, olahraga, maupun sastra. pada organisasi ini anggotanya belum memiliki tujuan yang jelas, hanya mengedepankan hobi mereka, dan tidak ada landasan ideologis yang kuat.

Kedua, yaitu LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Isinya adalah mahasiswa yang sudah memiliki tujuan yang jelas dengan landasan ideologis yang kuat berdasarkan agama masing-masing. seperti KMM (Keluarga Mahasiswa Muslim), KMK (Keluarga Mahasiswa Kristen), dan lain lain. Organisasi ini berisi mahasiswa yang cenderung homogen, memiliki tujuan yang sama, dan kedekatannya bersifat personal. Jadi, mereka bergabung ke dalam LDK karena dekat secara personal dan pergaulannya hanya sebatas anak LDK saja. Kalaupun ada kenalan dari kampus lain, kebanyakan juga adalah anak LDK. Jadi, karakter mahasiswa di dalam organisasi ini kurang bisa berkembang dan beradaptasi dengan pengaruh lingkungan. Mereka enggan berbaur dengan para mahasiswa yang hobi nongkrong, menyanyi, maupun bersenang-senang.

Ketiga, adalah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Hampir setiap mahasiswa mendambakan bergabung dengan BEM. Organisasi ini berisi mahasiswa yang bersifat heterogen, mereka berasal dari berbagai macam suku, agama, dan ras. pergaulan di BEM lebih terbuka dan tidak kaku namun menuntut profesionalitas mahasiswa.

Who?

Ketiga organisasi di atas adalah organisasi internal kampus. Peran mahasiswa hanya mampu eksis di kandang. Mereka terkenal di dalam kampus, namun belum tentu di luar kampus mereka dapat berperan aktif karena diikat oleh aturan kampus. Segala gerak-gerik mereka dipantau oleh kampus. Tidak ada kebebasan untuk bergerak di luar kampus, bahkan hanya untuk sekedar memberikan kritik.

Bersyukurlah kalian para mahasiswa yang senang dengan ketiga organisasi ini. Namun kita sulit untuk bergabung ke dalam tiga organisasi ini sekaligus. Sangat jarang ada mahasiswa yang eksis di ketiga organisasi ini.

Tidak perlu khawatir, karena masih ada kok organisasi ekstra kampus yang lebih ideologis dan dapat membuat kita bebas berekspresi tanpa tekanan dari pihak rektorat. Di Indonesia kita banyak mengenal organisasi semacam ini, seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), GP (Gema Pembebasan), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), dan masih banyak lagi.

Mahasiswa yang bergabung di organisasi ini sangat ideologis, berkarakter, bebas berekspresi, profesional, dan bersifat heterogen tentunya. Setiap organisasai eksternal kampus pasti memiliki landasan ideologi yang kuat. Mereka berjuang berdasarkan Ideologi yang di anut oleh organisasi tersebut sehingga menimbulkan karakter yang menonjol dibandingkan mahasiswa yang lain. Mahasiswa bebas berekspresi dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang kurang sesuai dengan pendapat masyarakat, tanpa perlu dikekang oleh aturan kampus. Rektorat pun tidak mampu membubarkan organisasi ini. Mahasiswa dituntut profesional dalam bertindak dan tidak gegabah mengambil keputusan karena semua kebijakan diputuskan melalui musyawarah bersama. Isinya adalah para mahasiswa yang berlatarbelakang karakter, suku, dan ras yang berbeda sehingga mahasiswa mampu dengan baik bertoleran antar sesama.

Where?

Dimana saja mahasiswa dapat berperan? Dalam hal ini mahasiswa harusnya berperan di mana saja, baik di kampus, masyarakat, di jalan, bahkan ke sistem pemerintahan. Jadi rugilah mahasiswa ketika hanya berkutat di dalam kampus saja sebagai jagoan kandang.

How?

Bagaimana caranya menjadi mahasiswa yang berperan strategis di mana saja? Satu-satunya caranya adalah dengan mengikuti organisasi eksternal kampus. Organisasi eksternal kampus mempunyai kelebihan lebih banyak daripada organisasi internal kampus. Mereka menggabungkan ketiga karakter organisasi internal kampus, mulai dari kedekatan personal, keragaman (heterogen), profesionalisme, dan penyaluran hobi.

Kalau begitu tunggu apalagi? Segeralah bergabung bersama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Organisasi ini adalah salah satu organisasi eksternal mahasiswa dan memiliki banyak kelebihan. Lebih ideologis, lebih profesional, lebih dekat, lebih beragam, dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.

*Ketua KAMMI STKS Bandung Periode 2012-2013

Pada tanggal 11 Maret 2013 pukul 01.45 am sampai 06.31 am

Dipublikasikan pertama kali di celotehpangkep.wordpress.com pada tanggal 11 Maret 2013 pukul 06.33 am

Categories: Kampus dan Mahasiswa, Remaja dan Pemuda | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: