Monthly Archives: August 2013

Golongan Wanita di Samping Mereka*

Golongan Wanita di Samping Mereka by Muhammad Joe Sekigawa

Golongan Wanita di Samping Mereka*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Sempat beberapa kali terlintas dalam pikiran, bukan sekali ini saja tentunya..

Ketika ada beberapa orang begitu mengkhawatirkan akan jodohnya, bahkan mengedepankan ego, menganggap bahwa wanita yang ia temui, meski belum ia ungkapkan perasaannya, begitu meyakini bahwa dirinyalah yang terbaik, ketika kenyataannya didapatinya tak seindah impian, sakit hati meradang di dalam diri..

Wanita, membicarakan mereka, sungguh yang terbayang adalah kemuliaan dan kelembutan perangai yang begitu menyejukkan qalbu..

Namun sayang, peran mereka sebagai tempat berlabuhnya sang suami, dan belajar banyak hal atas keingintahuan anak-anaknya, seringkali tak berjalan sebagaimana adanya, bahkan mereka ada di tempat-tempat dan rutinitas keseharian yang salah..

Hal unik dan menarik bagi saya adalah bahwa di manapun tempat kita berada, selalu ada wanita sebagai pasangannya..

Dimulai dari perbedaan agama-agama –bahkan sampai yang tidak memeluk agama-, selalu ada wanita di samping mereka..

Perbedaan cara pandang…

View original post 198 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tertutup itu Terjaga dan Lebih Indah*

Tertutup itu Terjaga dan Lebih Indah by Muhammad Joe Sekigawa

Tertutup itu Terjaga dan Lebih Indah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Kebanyakan dari diri kita terlahir sebagai seorang muslim keturunan..

Hal ini tentu baik, tapi tak cukup baik jika kita merasa telah paripurna dalam malabelkan diri sebagai orang yang beriman. Jangan salah, tak semudah itu mengaku sebagai orang yang beriman. Difirmankan oleh Allah azza wa jalla dalam Al Qur’an, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Q.S Al ‘Ankabuut: 2)..

Maka, ujian dari-Nya adalah sebuah keniscayaan untuk naik tingkatan ke jenjang kedudukan yang lebih tinggi di mata Allah..

Apalagi, peran ulama yang begitu besar dalam pengembangan dakwah Islam di Nusantara, ternyata masih belum tuntas. Atau, bisa jadi, sudah tuntas namun telah diselewengkan oleh beberapa oknum..

Hal tersebut ditengarai dengan masih suburnya praktik perdukunan sampai hari ini, ada juga sebagian kaum muslimin yang…

View original post 819 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Jalan Dakwah Semanis Madu*

Jalan Dakwah Semanis Madu by Muhammad Joe Sekigawa

Jalan Dakwah Semanis Madu*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (Q.S Ali Imran: 104)

Pelaksanaan peribadahan kepada Allah memang mampu kita laksanakan sendiri, namun menyeru kepada kebaikan hendaklah kita laksanakan secara berkelompok/berjamaah..

Sebaik (baca: sesholeh) apapun diri kita, ketika bergerak sendiri, tidak dalam lingkaran jamaah, maka rentan terjerumus dalam kefuturan, hingga sulit untuk kembali pada derajat kemuliaan..

Sholat lima waktu memang telah tak pernah kita tinggalkan, tapi lebih sering dilaksanakan sendirian. Shaum sunnah dan Ramadhan juga selalu tertunaikan, apalagi melakukan kemaksiatan, itu sudah menjadi pantangan dalam kehidupan..

Namun, cukupkah sholeh secara pribadi, tapi tak menebarkan ilmu dan kebaikan kepada orang lain? Karena sebaik-baik orang yang berilmu adalah mengamalkan ilmunya dalam keseharian, juga menyampaikan/mengajarkannya kepada ummat..

Ada kisah…

View original post 459 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Iri Pada Mereka yang Berada di Mesir*

Iri Pada Mereka yang Berada di Mesir by Muhammad Joe Sekigawa

Iri Pada Mereka yang Berada di Mesir*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Sungguh, mereka pengusung kezaliman dan kemaksiatan tak pernah berhenti dari gerak juangnya..

Mereka, para tentara syaitan begitu gigih memperjuangkan nafsu yang menuntun ke jurang kenistaan..

Lalu bagaimana dengan kita? Yang mengaku sebagai jundullah, tentaranya Allah? Apakah telah mempergunakan waktu utama kita untuk kepentingan dakwah? Ataukah hanya waktu-waktu sisa yang tidak optimal untuk diakui sebagai generasi penerus dakwah fi sabilillah?

Satu bulan yang lalu, kita ingat bahwa seorang Pemimpin Kaum Muslimin, Dr. Muhamad Mursi al hafidz, Sang Presiden Mesir yang dipilih secara demokratis, dikudeta oleh Junta Militer yang dikomandoi oleh As Sissi. Wallahi, Presiden Mursi adalah seorang pemimpin negara pertama yang hafal al Qur’an dan terpilih menjadi amirul mukminin dalam bingkai daulah secara demokratis..

Presiden Mursi, pada akhirnya diturunkan secara paksa oleh Militer Mesir, kemudian dijebloskan ke penjara. Ah

View original post 290 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com.