Menjemput Hidayah*

Menjemput Hidayah? by Muhammad Joe Sekigawa

Menjemput Hidayah*

*Oleh Joko Setiawan

Sudah menjadi fitrahnya kita akan menyenangi kebaikan dan membenci keburukan

Nafas-nafas kasih sayang dan cinta akan menjadi pilihan daripada caci makian

Kita seringkali mengagumi mereka yang berbuat baik dan senantiasa istiqomah dalam kebaikan, kemudian merefleksikan kepada diri sendiri. “Ah masih jauh dari mereka”, itu komentar yang keluar ketika mengolah informasi kebagusan akhlak orang lain di sekitar kita

Ada perasaan kagum, tapi tidak beranjak meneladani. Ada perasaan tidak pantas, ada perasaan tidak siap, atau malah menganggap bahwa memang sudah jalannya ia demikian, sedangkan kita ya begini ini saja, kalau sudah waktunya mendapatkan hidayah, tentu akan berubah

 

Benarkah demikian? Harus menunggu hidayah untuk melakukan perubahan bertahap adalah satu alasan dari sekian alasan yang dihembuskan oleh syaitan, dan celakanya kita malah mengamininya

Kebanyakan dari kita terperangkap dalam pemahaman baik dan buruknya amal, tanpa memperhatikan proses di dalamnya. Padahal jika kita hendak menilik sejarah di masa…

View original post 200 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: