Bincang Pluralisme Agama*

Sumber Ilustrasi Gambar dari siniSumber Ilustrasi Gambar dari sini

Bincang Pluralisme Agama*

**Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

. . .

. . .

Rahmat menunggu kalau-kalau ada mahasiswa yang bertanya. Nurkunti angkat tangan duluan..

“Prof, apa itu artinya sebagai orang Islam, saya tidak boleh meyakini hanya agama saya saja yang benar? Apa menurut Prof. semua agama adalah benar?”..

“Masing-masing agama wajar meyakini agamanya yang benar. Tapi juga harus dipikirkan, pemeluk agama lain juga meyakini hal yang demikian. Kita, kaum akademisi atau pemuka agama harus mengembangkan cara pandang inklusif, yaitu melihat agama-agama pada posisi yang sama sehingga kebenaran agama bersifat relatif, bergantung dari cara pandang terhadap agama,” Prof. Malikan, mencoba menjelaskan..

Rahmat tak tahan lagi untuk berdiam..

“Apa artinya, sebagai Muslim, Prof. sudah tidak meyakini hanya Islam yang benar? Bagaimana dengan ayat, “Innad Diina ‘indallaahi al-Islam?”..

“Ya, Rahmat, saya harus bersikap objektif. Secara objektif, saya berdiri pada posisi…

View original post 580 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: