Posts Tagged With: Kader

Bangkitnya KAMMI STKS Bandung

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Lama tak bersua dengan seluruh kader KAMMI STKS, akhirnya bertepat hari kamis 16 Mei 2012 KAMMI STKS berkumpul dalam satu majelis di masid AL-ISHLAH Dago Jati 1 dari kader 2009 sampai 2012 memberikan kembali siraman-siraman air di KAMMI STKS yang semakin hari semakin tumbuh.

KAMMI STKS diibarakan sedang menyemai benih-benih ke-Islam-an di STKS terus memberikan kontribusi nyata bagi peradaban Islam melalui permainan-permainan cantik. Dalam harmoni gerakan menuju titik temu Visi KAMMI tentu harus mempunyai satu tujuan yang seragam dalam setiap diri kader terlepas bagaimana Misi yang akan dijalankan oleh departemen-departemen yang ada, selama itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pertemuan kali ini bukan hanya untuk ajang silahturahim kader-kader KAMMI STKS namun ada restrukturisasi dalam setiap departemen. Hadirnya mujahidin baru dalam barisan dakwah di KAMMI memperkokoh dan merekatkan ukhuwah, struktur baru yang terbentuk:

Image

Dengan struktur baru, KAMMI berharap dapat terus eksis menyemai nilai-nilai Islam di dunia kecil kami yaitu STKS dan tak lupa juga Indonesia. Setiap departemen mendapat waktu sekitar seminggu untuk menyusun proker setiap departemennya.

Setelah acara restrukturisasi usai dan terbentuk struktur baru, kami diminta untuk menuliskan tujuan  dan personal  kita dalam bergabung di KAMMI, berikut tulisan-tulisan kader KAMMI yang dengan seizin penulis masing-masing untuk di publish ^^.

Categories: Ke-KAMMI-an, Kegiatan KAMMI | Tags: , , | Leave a comment

Kontribusi 15 Tahun KAMMI dan Jejaknya di Kampus STKS Bandung

Kontribusi 15 Tahun KAMMI dan Jejaknya di Kampus STKS Bandung

Oleh: Muhammad Joe Sekigawa*

Semarak reformasi diramaikan oleh berbagai kalangan perindu perubahan di kala itu. Masa-masa ketika ORLA dan ORBA tidak ada bedanya. Banyak kepentingan rakyat yang terpinggirkan, desa yang terlantar, dan riuhnya kemaksiatan yang tak dapat dibendung lajunya. Terlebih lagi, Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh masyarakat bangsa ini, aturannya kian dicampakkan, disimpan, bahkan dibuang.

Pancasila masih saja selalu dikondisikan berlawanan dengan Islam. Pro Islam berarti kontra terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, begitu pula sang pendukung pancasila selalu saja menempatkan dirinya berseberangan dengan pengusung ideologi Islam. Konflik begitu berkepanjangan, dan pembawa pesan Islam waktu itu sebagai yang “kalah” dalam persaingan.

Bahkan masih lekat dalam ingatan bahwa siswi-siswi di SMA kala tahun 60 sampai dengan 80-an masih “dilarang” mengenakan kerudung/jilbab karena dianggap sebagai muslim yang fundamentalis. Belum lagi sistem pendidikan yang dipakai juga begitu kentara untuk menancapkan sebuah pemahaman bahwa agama itu terpisah dari kepentingan politik, dengan dalih tidak boleh mem-politis-kan agama, karena agama itu hanya terbatas pada hubungan individu terhadap Tuhannya semata.

Ah, sepertinya pendapat semacam itu benar, sehingga banyak sarjana-sarjana agama kita (dari IAIN atau UIN) yang didanai untuk kuliah keluar negeri seperti Kanada dan Amerika Serikat untuk belajar studi Perbandingan Agama. Tujuannya tak lain adalah untuk menanamkan pemahaman bahwa pluralitas masyarakat bangsa Indonesia harus diiringi oleh pluralisme agama. Paham ini, tentu saja sesat lagi menyesatkan. Seperti apa yang disampaikan oleh Tokoh Cendikiawan Muslim Abad 21, Ustadz Dr. Adian Husaini yang mengemukakan bahwa istilah pluralisme agama merupakan istilah khusus dalam kajian agama-agama, sehingga pemaknaannya pun tidak dapat dilakukan secara sembarangan seperti menyamakan dengan istilah toleransi, saling menghormati dan lain-lain.

Tahun 1998 sebagai tahun bersejarah dalam perjalanan kehidupan Bangsa Indonesia menjadi titik momentum perubahan dari seluruh elemen masyarakat bangsa Indonesia. Baik kalangan “kanan” maupun kalangan “kiri”. Sebagai seorang muslim yang paham akan arah pedoman agamanya, aktivis dakwah masjid kampus yang lebih banyak berkegiatan di area masjid kampus dan sekitarnya sadar harus mengambil langkah lebih jauh dari hal yang biasanya dilakukan.

Masjid tetap menjadi basis perjuangan, dan aktivitas ritual ibadah serta mendekatkan diri kepada Rabbul izzati, namun juga aksi lain patut dilakukan untuk turut serta berkontribusi terhadap membaiknya keadaan buruk kondisi negeri yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka, mengambil momentum Kongres FS-LDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) yang dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi terhadap 63 kampus PTN/PTS di seluruh Indonesia. Maka, terbentuklah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada tanggal 29 Maret 1998 di Malang. KAMMI hadir untuk menjawab tantangan persoalan bangsa, dan mengkontribusikan dirinya sebagai salah satu agen perubahan untuk menjunjung nilai-nilai dan semangat Islam dalam perjuangan.

Diskusi Nasional Milad KAMMI 15 Aula DPR Jaksel Continue reading

Categories: Ke-KAMMI-an, Kegiatan KAMMI, Risalah Pergerakan | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Ahlan wa Sahlan Penerus Dakwah KAMMI STKS Bandung

Syukur, senang, bahagia, gembira, luar biasa perasaan ini. Bagaimana tidak? Di awal bulan Oktober ini menjadi momentum sejarah yang sungguh melejitkan semangat dalam diri pribadi dan juga jama’ah. Lima pegiat dakwah selanjutnya telah lahir di kampus STKS Bandung tercinta ini.

Ahlan wa Sahlan ya Akhi wa Ukhti rahimakumullah

Mari berangkulan dalam dekapan ukhuwah, salam perjuangan, salam dakwah sepanjang hayat dan ucapan SELAMAT BERGABUNG kami haturkan dari Jajaran Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung.

Continue reading

Categories: Ke-KAMMI-an, Pengumuman&Informasi | Tags: , , , , , | Leave a comment

Amanah untuk Para Pendakwah

AMANAH UNTUK PARA PENDAKWAH

(Amanah, didikan bagi para pembersar)

Pemateri : Kang Irfan Ahmad Fauzi

Dalam acara Mabit KAMMI Komisariat ITB-STKS

Assalamu’alaykum wr wb

Apa kabar hari ini, ikhwah? Entah ini sebuah pertanyaan yang kadang terasa jadi tiada makna karena sering terbiasa. Gak ada yang spesial mungkin. Berawal dari sinilah jangan pernah lupa akan arti dan kewajiban bersyukur. Sebagaimana awal pertemuan mabit KAMMI ITB-STKS yang dibuka tepat pukul 20.20 WIB di masjid STKS Bandung ini. Panjatan syukur tak lupa dituntunkan pemateri (kang Irfan Ahmad Fuazi) selaku ketua KAMMI Daerah Bandung. Karena sudah sekian banyak  nikmat yang menghampiri, menjumpa dan menyapa kehidupan kita.

Awal langsung diingatkan akan pentingnya “kebermanfaatan hidup” oleh pemateri. Semakin sibuk, pastinya juga semakin lebih bisa manfaat.

“Semakin banyak amanah semakin banyak manfaatnya, semakin sedikit amanahnya dan semakin sedikit pula waktunya. Nikmat mana yang pantas untuk didustai. Maka bersyukurlah. Capek? Iya, lelah? Jelas iya. Tapi syukuri juga daripada kita gak ada kerjaan dan setelah ditafakuri apa sih gunanya. Yuk manfaatkan kehidupan dengan menebar kemanfaatan”, ucap kang Irfan masih dalam pembukaan materinya yang bertema ‘amanah dan dakwah’.

Satu kutipan yang menyentakkan para audien dan tampaknya akan menjadi cambuk pedas dari setiap langkah para kader komisariat ITB-STKS maupun kader-kader KAMMI dan penggerak dakwah yang sedang berlomba dalam ranah jumpa amal lainnya, beliau mengungkapkan “Tersiksalah orang yang tidak punya amanah”. Tunggu apalagi? Kalau tidak ingin merasa benar-benar diadili dengan penyiksaan maka beramanahlah.

Continue reading

Categories: Kegiatan KAMMI | Tags: , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.