Posts Tagged With: Kebijakan

Membangunkan Kesadaran Kritis Mahasiswa STKS Bandung

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Sinergi itu sangat diperlukan untuk menggalang kekuatan yang lebih besar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika mendirikan Daulah Madinah juga membuat Piagam Madinah yang isinya selain saling menghargai dan menghormati diantara masyarakatnya, serta memberikan jaminan perlindungan kepada penduduknya, juga mewajibkan masyarakat plural (terdapat umat Muslim, Nasrani, Yahudi) di sana untuk bersatu padu ketika ada ancaman peperangan dari pihak kafir Quraisy (lihat Sirah Nabawiyah karya Syaikh Syafiyyur-Rahman al Mubarakfury dalam Kitab Ar Rahiqul Makhtum). Apalagi sinergi diantara kita yang sama-sama orang mukmin, khususnya organisasi eksternal kampus belandaskan Islam sebagai basis gerakannya. KAMMI, HMI, dan GP sepakat untuk duduk bersama dan bersinergi guna memikirkan kerjasama-kerjasama strategis terkait dengan upaya membangkitkan kesadaran kritis mahasiswa di lingkungan kampus STKS Bandung. Pertemuan itu terjadi pada hari Sabtu sore, 12 Mei 2012 ditandai dengan hadirnya AF dari HMI, TR dari GP dan MJS dari KAMMI. Sejarah!

Sebagai seorang mukmin yang taat, kami juga menyadari atas seruan-Nya yang disampaikan dengan penuh kasih sayang, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al Ma’idah: 8). Sungguh penguat yang paling kuat adalah firman Allah Azza wa Jalla sebagai Rabb kita.

Berdasarkan alasan tersebut, maka sinergi (dalam istilah organisasi) atau koalisi (dalam istilah perpolitikan) ini menjadi urgent untuk dilaksanakan. Telah kita lihat bersama bahwa suara “berbeda” dari satu mahasiswa tidak dianggap apa-apa oleh pihak lembaga (Kampus STKS Bandung). Namun ketika kita telah menunjukkan persatuan dan memperlihatkan galangan kekuatan, maka kecil kemungkinannya pihak lembaga akan terus diam dan merasa tuli dengan suara “sumbang-sumbang” ini. Toh suara “sumbang” yang kami maksudkan bukanlah suara-suara pemberontakan, namun hanya sebuah suara “keadilan” yang rasanya sudah sulit kita temukan dalam realitas keseharian di kampus STKS Bandung tercinta.

Continue reading

Categories: Risalah Pergerakan | Tags: , , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.