Posts Tagged With: Tarbiyah

Tarbiyah Siyasiyah: Sepenggal Kisah Risalah Dakwah

Tarbiyah Siyasiyah: Sepenggal Kisah Risalah Dakwah*

*Disarikan oleh Muhammad Joe Sekigawa dari Tarbiyah Siyasiyah (Ahmad Dzakirin, 2011)

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

PROLOG

Tarbiyah siyasiyah dapat diartikan dalam bahasa Indonesia dengan pendidikan politik. Politik secara umum didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sistem negara, baik yang menyangkut proses menentukan ataupun melaksanakan tujuan dari sistem yang ada. Konsep pokok dalam mendefinisikan politik secara garis besar dapat dilihat berdasarkan objek yang dikaji, yaitu:

  1. Negara (institutionalism approach)
  2. Kekuasaan (power approach)
  3. Pengambilan keputusan (decision making approach)
  4. Kebijakan masyarakat (public policy approach)
  5. Pembagian (distribution)

Kemudian, dari kelima hal di atas, maka ruang lingkup politik kontemporer dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (Teori klasik Aristoteles).
  2. Politik adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
  3. Politik adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan baik secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
  4. Politik adalah segala hal yang berkaitan dengan proses perumusan dan pelaksanaan kegiatan.

Politik dalam Islam

Makna siyasah jika dikaitkan dengan masyarakat maka dapat diartikan sebagai pemeliharaan (riayah), perbaikan (ishlah), pemberian petunjuk (taqwim), dan pendidikan (ta’dib). As-siyasah apabila dikaitkan dengan urusan kaum muslimin atau sering disebut dengan as-siyasah syar’iyyah dapat diartikan sebagai segala upaya untuk memperhatikan urusan kaum Muslimin, dengan jalan menghilangkan kezaliman penguasa dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka. Hal ini sejalan dengan hadist Nabi, “Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka dia bukan dari golongan mereka” (HR. Thabrani)

Continue reading

Advertisement
Categories: Sosial dan Politik | Tags: , , , , | Leave a comment

10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah)

1. Salimul Aqidah (Good Faith)

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam” (Q.S 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul SAW yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: “shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat“. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (Strong Character)

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung” (Q.S 68:4).

10 Muwasofat Tarbiyah Kartun

Continue reading

Categories: Tsaqofah Islamiyah | Tags: , , , , , | 2 Comments

Filosofi Batu Bata Proses Tarbiyah

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Ini adalah tulisan yang saya kutipkan seutuhnya dari bukunya Ustadz Solikhin Abu ‘Izzuddin dalam bukunya yang best seller berjudul “New Quantum Tarbiyah, Membentuk Kader Dahsyat Full Manfaat” Cetakan ke-4, September 2011 dari Pro-U Media DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) di halaman 218 sampai dengan 225.

Selamat menyimak, insyaAllah banyak sekali hikmah dan ilmu yang bisa kita dapatkan. Semoga dapat semakin mengeratkan tali ukhuwah ini dan terus maju memperkuat bangunan dakwah kepada al Islam ad Dienul haq. InsyaAllah, amiin.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Koordinator Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

*****

Batu bata yang baik adalah batu bata yang kuat dan siap menjadi bahan bangunan yang kokoh dan indah. Ia siap dipasang di mana saja terserah sang arsitek dan pemborong hendak meletakkan bata tersebut.

Proses tarbiyah seperti orang yang mencetak batu bata. Yaitu dimulai dari mencari tanah hingga memprosesnya menjadi batu bata yang siap menjadi penyusun bangunan yang kokoh dan kuat. Pertama, mencari tanah yang baik. Kemudian menyeleksi tanah dari kotoran atau kerikil. Kemudian baru diolah agar menjadi kuat bahkan dengan diinjak-injak. Setelah itu dicetak dengan ukuran standar. Lalu dijemur dan disisik guna siap dibakar. Akhirnya dibakar. Saat dibakar ada yang jadi dan matang. Ada pula yang pecah atau hancur atau gosong. Masing-masing menunjukkan kualitas batu bata tersebut. Batu bata yang baik adalah batu bata yang kuat dan siap menjadi bahan bangunan yang kokoh dan indah. Ia siap dipasang di mana saja terserah sang arsitek dan pemborong hendak meletakkan bata tersebut.

Engkau tahu batu bata? Pernahkah Engkau melihat proses pembuatannya? Mari kira simak proses demi proses berikut ini.

Batu bata adalah sebuah organ inti dalam pembuatan sebuah rumah, gedung dan sebagainya, di samping bahan-bahan lain yang juga diperlukan. Sebelum ditemukan teknologi cor dengan rangka besi atau tulang-tulangnya, dulu orang membuat bangunan dengan menebalkan dindingnya. Di Indonesia kita bisa melihat pada peninggalan bangunan kuno penjajah Belanda.

Continue reading

Categories: Buku dan Hikmah, Risalah Pergerakan | Tags: , , , | 1 Comment

Saya Ingin Keluar Saja dari Tarbiyah

Sumber Gambar dari sini http://2.bp.blogspot.com/-xFHGiIpq7Jo/TdJuYj035RI/AAAAAAAAAWc/iOgSO5Jlouo/s1600/dakwah-adalah-cinta.jpg

By Inggar Ash, Tika Dwi Lestari and 3 others in Pengurus KAMMI Se Indonesia

NASEHAT HARI INI #3: “SAYA INGIN KELUAR SAJA DARI TARBIYAH”

 “Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang mad’u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya. “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?” sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja…” jawab mad’u itu.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

“Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?” tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.

Continue reading

Categories: Risalah Pergerakan | Tags: , , , | 4 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.