LSPM #3 Dakwah Rasulullah From Makkah to Madinah

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Lingkar Studi Pemuda Muslim (LSPM) #3 kali ini bertema “Dakwah Rasulullah From Makkah to Madinah (Spirit Perjuangan Dakwah)” menghadirkan Ust. Fetrian Arif Rahman Amnur dari KAMMI Komisariat Salman Al Farisi. Sebagian masa kecil hingga remaja ia habiskan di sebuah negeri bernama Suriname. Saat ini masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di bangku kuliah UNIKOM (Universitas Komputer) Bandung. Dengan semangat yang sungguh luar biasa, beliau pun menyempatkan hadir menjadi pemateri malam ini di Masjid Al Ihsan STKS Bandung meskipun telah dua hari disibukkan sebagai panitia di Jabar Summit KAMMI Wilayah Jawa Barat.

Memang tidak banyak yang hadir dalam pertemuan kali ini, namun masih dapat teringat jelas dalam benak kita sejarah perjuangan dakwah zaman dahulu dimana golongan yang “sedikit” itu dapat mengalahkan segolongan yang “banyak” karena berbekal ketauhidan kepada Rabb yang Maha Perkasa. Tercatat tiga orang ikhwan yang saat itu dengan antusiasnya berdiskusi dengan niatan menimba ilmu secara ikhlas. Adapun mereka adalah Muhammad Joe Sekigawa, Abd Muhni Salam dan tentu saja Sang Pemateri kita, Ust. Fetrian.

Seperti biasa ba’da maghrib kita isi dengan tilawah Al Qur’an, membiasakan membaca Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari menjadi agenda utama yang ingin kita tanamkan kepada para pemuda muslim di STKS Bandung pada khususnya dan di seluruh penjuru Indonesia pada umumnya. Selain itu, sebelum masuk pada materi, karena beberapa menit lagi sudah akan dikumandangkan Adzan Isya’, maka kami banyak memperbincangkan mengenai pengalaman Ust. Fetrian selama hidup dan tinggal di negeri Suriname yang jauh di sana.

Ba’da Sholat Isya’ berjamaah, barulah materi dipaparkan. Ust. Fetrian dengan lihainya menguraikan jejak-jejak Rasulullah mulai saat beliau baru dilahirkan, diasuh oleh orang tua asuh, ditinggal wafat oleh Ibunda tercinta, dilatih berdagang kakeknya, menikah dengan Khadijah, meraih gelar Al Amin, hingga sampai pada masa kenabian di usia ke-40 tahun. Kesemuanya itu adalah perjalanan yang memang sudah dipersiapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk menempa Muhammad bin Abdullah hingga ia siap menjadi seorang Nabi dan Rasul guna menyampaikan risalah Rabbani kepada penduduk Quraisy dan manusia di seluruh dunia.

Adapun tahapan dakwah yang dibangun adalah:

  • Meng-Islam-kan Akidah
  • Meng-Islam-kan Ibadah
  • Meng-Islam-kan Akhlak

Dakwah di Makkah telah menanamkan tauhid yang sangat kuat kepada kader-kader awal umat muslim saat itu hingga akhirnya mereka kuat menghadapi segala tantangan dan cobaan yang mengadang. Awal dakwah yang dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi pun mulai dilaksanakan secara terang-terangan setelah turunnya ayat “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik” (Q.S. Al Hijr: 94).

Ketika sudah sampai pada tahap yang sungguh membuat tersiksa kebanyakan orang yang memeluk agama Islam, sampailah ayat yang memerintahkan untuk berhijrah. Maka, tempat hijrah pertama adalah di Habasyah yang kemudian nantinya disusul untuk hijrah ke Syam (Madinah). Di Madinah inilah yang kemudian Rasulullah mendirikan sebuah daulah yang disebut dengan Khilafah Islamiyah yang pertama kali.

Di Madinah, Rasulullah pun melakukan hal yang sungguh luar biasa, yakni dengan mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin Mekkah dengan Kaum Anshar Madinah, dan mereka dengan sukarela dan sukacita melaksanakan hal itu. Tidak hanya harta dan benda, pernah suatu sahabat kala itu menawarkan isteri yang dimilikinya (karena isterinya lebih dari satu). Isteri yang begitu dicintainya saja rela diberikan, apalagi hanya sebuah harta. Namun itulah luarbiasanya orang Muhajirin, kisah terkenal yang sering kita dengar adalah mengenai Abdurrahman bin Auf, ketika ditawari banyak harta dan benda oleh saudaranya orang Anshar, maka beliau meminta dimana ada pasar. Dan di sanalah ia dengan giat bekerja dan tidak dalam waktu lama dirinya bisa menjadi seorang pedagang yang kaya namun sangat dermawan dan baik hati.

Itulah Islam, itulah kader-kader yang dididik langsung oleh Rasulullah dengan manhaj yang lurus sesuai dengan tuntunan Al Qur’an. Tentu kita yang saat ini mengaku sebagai aktivis dakwah tidak boleh keluar dari rambu-rambu manhaj yang telah ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Oleh karena itu direkomendasikan untuk segera membaca buku Manhaj Haroki karya Syaikh Munir Muhammad al-Gadban. Di sana dipaparkan secara jelas mengenai strategi pergerakan dan perjuangan politik dalam sirah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Demikian sedikit share LSPM #3 @Masjid Al Ihsan STKS Bandung

Salam ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa on Jumuah malam, 20 April 2012

Categories: Kegiatan KAMMI | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Ikhwah Berkomentar!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: